EFEK EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP RESPON INFLAMASI DAN KERUSAKAN NUKLEUS SEL EPITEL MUKOSA BUKAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) AKIBAT INFEKSI CANDIDA ALBICANS. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EFEK EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP RESPON INFLAMASI DAN KERUSAKAN NUKLEUS SEL EPITEL MUKOSA BUKAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) AKIBAT INFEKSI CANDIDA ALBICANS.


Pengarang

DELFARA SOFIANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1613101010021

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang disebabkan oleh Candida albicans. Infeksi jamur ini memicu terjadinya respon inflamasi dan menyebabkan kerusakan sel epitel. Kerusakan sel yang diikuti dengan kerusakan nukleus dapat menyebabkan kematian sel. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki aktifitas antiinflamasi, antikanker dan antijamur. Tujuan penelitian ini mengetahui efek ekstrak daun Moringa oleifera terhadap respon inflamasi dan kerusakan nukleus sel epitel mukosa bukal tikus putih (Rattus norvegicus) akibat infeksi Candida albicans. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun Moringa oleifera konsentrasi 100%. Pemodelan Rattus norvegicus dengan pemberian larutan tetrasiklin 0,83 mg/ml dan injeksi subkutan prednisolon dosis 100 mg/kg, kemudian pemaparan suspensi Candida albicans 2,5 x 107 CFU/ml selama 7 hari. Penelitian post test only control group dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok perlakuan (diaplikasikan ekstrak daun Moringa oleifera) kontrol positif (diaplikasikan larutan nistatin 100.000 IU/ml) dan kontrol negatif (diaplikasikan akuades) yang terdiri dari 3 ekor tikus. Satu ekor tikus dari setiap kelompok dieutanasia pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21. Dilakukan pengamatan terhadap respon inflamasi akut (sel neutrofil), respon inflamasi kronis (sel limfosit), dan kerusakan nukleus sel epitel mukosa bukal Rattus norvegicus. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna frekuensi sel neutrofil, sel limfosit, dan kerusakan nukleus sel epitel antara kelompok perlakuan, kontrol positif dan kontrol negatif pada hari ke-7, ke-14 dan ke-21, dengan p=0,000 (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK