SIKAP BAHASA PRAMUNIAGA YANG BERBAHASA IBU BAHASA ACEH TERHADAP BAHASA ACEH DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SIKAP BAHASA PRAMUNIAGA YANG BERBAHASA IBU BAHASA ACEH TERHADAP BAHASA ACEH DI BANDA ACEH


Pengarang

ELLA MAULIDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506102010051

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Maulida, Ella. 2019. Sikap Bahasa Pramuniaga yang Berbahasa Ibu Bahasa Aceh terhadap Bahasa Aceh di Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Dra.Rostina Taib, M.Hum., (2) Herman R, S.Pd.,M.Pd.
Kata kunci: sikap bahasa, bahasa ibu, bahasa aceh, pramuniaga,

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa pramuniaga yang berbahasa ibu bahasa Aceh terhadap bahasa Aceh. penelitian ini terhadap pramuniaga di Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua pramuniaga yang berbahasa ibu bahasa Aceh terhadap bahasa Aceh. Data penelitian diperoleh dari jawaban kuesioner pramuniaga yang menjadi responden. Kuesioner disusun berdasarkan skala Likert dengan lima tingkatan, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (RR), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa pramuniaga yang berbahasa ibu bahasa Aceh terhadap bahasa Aceh tersebut positif dan negatif. Sikap positif bahasa terdiri atas Kesetiaan yang berada pada kategori cukup mendapatkan presentase sebesar 53%, kebanggaan berada pada kategori baik mendapatkan presentase sebesar 71% dan kesadaran berada pada kategori cukup mendapatkan presentase sebesar 66%. Sikap negatif terhadap bahasa Aceh terdiri atas tidak adanya gairah atau dorongan untuk mempertahankan kemandirian bahasanya, yaitu berada pada ketegori cukup mendapatkan presentase sebesar 56%. Tidak adanya kesadaran norma bahasa berada pada kategori cukup mendapatkan presentase sebesar 69%. dan Tidak mempunyai rasa bangga terhadap bahasanya berada pada kategori cukup yang mendapatkan presentase sebesar 61%. Dengan demikian sikap pramuniaga di Banda Aceh terhadap bahasa Aceh termasuk kedalam kategori positif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK