<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="69444">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KETANGGUHAN PADA DAERAH LAS HASIL PENGELASAN BAJA AISI 1018 DAN AISI 308 PASCA ANNEALING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nazaruddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelasan dismillar baja AISI 1018 dan AISI 308 adalah penyambungan logam yang berbeda dengan memadukan sifat mekanik baja karbon rendah dan sifat baja tahan karat dengan sifat filler yang menyerupai keduanya menggunakan proses pengelasan GTAW. Diantara sifat mekanik yang diharapkan setelah pengelasan dan annealing adalah tangguh. penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ketangguhan pada daerah lasan menggunakan filler ER309L diameter 2mm hasil  pengelasan logam tak sejenis dengan prosedur pengelasan meliputi: jenis kampuh sambungan alur V sudut 35o, gas pelindung Argon tekanan 10Bar, arus untuk root 90A, filler 100A, dan 110A untuk capping antara baja tahan karat AISI 308 dengan baja karbon rendah AISI 1018 sebelum dan pasca annealing 960 oC media pendingin udara. Analisa ketangguhan dilakukan dengan uji impak sebelum dan sesudah annealing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai impak terendah 118 Joule dengan jenis patahan campuran terjadi pada spesimen Tanpa perlakuan dan nilai impak tertinggi  206 Joule dengan jenis patahan ulet terjadi spesimen pasca annealing. Hal ini menunjukkan perlakuan Annealing pasca pengelasan dapat meningkatkan nilai ketangguhan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>69444</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-30 12:48:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-30 14:32:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>