<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="69408">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PAPARAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KERUSAKAN SEL MUKOSA ORAL AKIBAT INFEKSI CANDIDA ALBICANS (STUDI PADA TIKUS PUTIH [RATTUS NORVEGICUS])</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Fadhilla Rahmiyenni Ikhwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama			: Dwi Fadhilla Rahmiyenni Ikhwan&#13;
Program Studi		: Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Fakultas 		: Kedokteran Gigi&#13;
Judul		          :	Pengaruh Paparan Ekstrak Daun Kelor (Moringa   oleifera) terhadap Kerusakan Sel Mukosa Oral Akibat Infeksi Candida albicans (Studi pada Tikus Putih [Rattus norvegicus])&#13;
&#13;
Sel epitel permukaan mukosa merupakan posisi unik dan garis pertahanan pertama melawan jamur serta penting dalam menentukan apakah penyakit berkembang. Sel-sel yang rusak mengalami perubahan seperti piknosis, kariolisis dan karioreksis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh paparan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kerusakan sel mukosa bukal tikus putih (Rattus norvegicus) akibat infeksi Candida albicans. Penelitian ini menggunakan sampel 10 ekor tikus dengan 1 ekor kelompok kontrol infeksi Candida albicans dengan pengaplikasian tetracycline hydrochloride pada air minum 0,83 mg/ml dan diinjeksikan prednisolone 100 mg/kg, 3 ekor kelompok kontrol positif diaplikasian nistatin 100.000 IU/ml, 3 ekor kelompok kontrol negatif dengan pengaplikasian akuades, dan 3 ekor kelompok perlakuan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Hasil Perhitungan kerusakan sel menggunakan pengamatan sel per lapang pandang (lp) hari ke-7 hingga hari ke-21 menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kelompok perlakuan, kelompok kontrol positif dan negatif berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>69408</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-29 22:11:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-12 09:18:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>