<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="69360">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PROSES MILLING DENGAN METODE UP MILLING DAN DOWN MILLING TERHADAP GAYA POTONG PADA MATERIAL ALUMINIUM 6061</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miftahuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gaya potong disebabkan oleh gerakan pahat potong  yang mengalami kontak permukaan dengan benda kerja, dimana penggunaan parameter pemesinan, geometri pahat, dan juga peningkatan temperatur akan sangat mempengaruhi nilai dari gaya potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter  pemesinan terhadap gaya potong pada proses end milling dengan metode up milling dan down milling dengan menvariasikan  parameter kecepatan putaran spindel, kecepatan pemakanan, dan kedalaman potong pada material Aluminium 6061. Pada penelitian ini kecepatan putaran spindel yang digunakan adalah 388 rpm, 535 rpm dan 720 rpm dengan kedalaman potong 0,25 mm, 0,5 mm dan 1 mm. Penelitian ini menggunakan dynamometer yang di pasangkan pada meja mesin untuk mengukur gaya potong yang dihasilkan dari proses milling kemudian ditransmisikan ke National Instrument Data Akusisi (NI9237) dan di simpan di komputer untuk analisa lebih lanjut. Hasil dari penelitian ini berupa grafik gaya potong pada sumbu x,y dan z (Fx, Fy, dan Fz). Nilai gaya potong terkecil di dapatkan dari metode down milling pada kecepatan potong 146m/min, kecepatan pemakanan 69mm/min, dan kedalaman potong 0.25mm. sedangkan untuk nilai gaya potong terbesar di dapatkan dari metode up milling dengan kecepatan potong 271m/min, kecepatan pemakanan 164mm/min, dan kedalaman potong 1mm. setelah melakakukan penelitian dan menganalisa data maka dapat diketahui faktor utama yang mempengaruhi nilai dari gaya potong yang tinggi adalah kedalaman potong dan metode up milling.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>69360</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-29 12:12:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-29 14:01:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>