<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="69302">
 <titleInfo>
  <title>PENINGKATAN KUALITAS BRIKET ARANG TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT ALGAE COKLAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANA DEWITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) di Indonesia merupakan produk samping industri minyak kelapa sawit yang melimpah dan belum termanfaatkan secara baik. Arang dari hasil pirolisis TKKS dapat dimanfaatkan menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas briket TKKS dengan menggunakan perekat algae coklat (alginat) sebagai bahan perekat. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah serbuk arang TKKS hasil pirolisis dengan ukuran 60 mesh dicampur dengan dua variasi perekat yaitu algae coklat dan campuran algae coklat dengan tapioka yang dicetak menjadi briket TKKS dan di analisa karakteristik briketnya. Penambahan konsentrasi perekat algae coklat dilakukan secara bervariasi pada 2,5%; 5%, 7,5%; dan 10%. Sedangkan pada penambahan campuran perekat algae coklat dan tapioka dengan konsentrasi perekat masing-masing 7,5%; 10%; 12,5%; dan 15%.  Hasil analisa briket di ukur dengan menggunakan data proximate analys TKKS, algae coklat, dan tapioka. Kualitas terbaik briket TKKS diperoleh pada penambahan perekat algae coklat dengan konsentrasi 2,5% didapat nilai kalor 21.405 J/g dan pada penambahan campuran perekat algae coklat dan tapioka dengan konsentrasi 7,5% sebesar 21.454 J/g. Sedangkan untuk karakteristik briket seperti kadar air,  kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon masing-masing; 7,4%; 4,9%; 79%; dan 8,7%. Selain itu, karakteristik termal seperti kerapatan, titik nyala, dan lama waktu pembakaran masing-masing 0,96 g/cm3; 5,1 detik; dan 440 menit.&#13;
&#13;
Kata kunci: briket, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), bahan bakar alternatif, perekat algae coklat, tapioka.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>69302</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-28 13:26:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-12 09:39:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>