Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH AGREGAT BERBENTUK BULAT (ROUNDED AGGREGATE) TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL AC-WC MENGGUNAKAN ASPAL PENETRASI 60/70 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
Pengarang
Rio Syahputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0604101020100
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
625.85
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Agregat untuk lapisan AC-WC harus mempunyai permukaan yang kasar, sehingga campuran mempunyai ikatan yang kuat atau interlocing antar butiran. Butiran dengan permukaan yang kasar dapat diperoleh dari agregat alam yang diolah dengan menggunakan mesin pemecah batu (stone crusher). Namun dalam proses pengolahan tersebut, terkadang ditemukan agregat alam yang masih mempunyai permukaan yang tidak rata (bulat) atau masih seperti semula yang lolos saringan pada instalasi tersebut. Hal ini akan mempengaruhi kualitas agregat untuk digunakan dalam campuran AC-WC. Dari permasalahan di atas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh persentase agregat bulat (rounded aggregate) terhadap karakteristik beton aspal dan berapa persentase yang masih memenuhi nilai parameter Marshall dalam campuran beton aspal (AC-WC) dengan menggunakan aspal Penetrasi 60/70, sehingga diketahui persentase butiran agregat bulat yang masih memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga tahun 2010. Benda uji dibuat dengan persentase batu bulat 0%, 10%, 20%, dan 30% sebanyak 60 buah. Kadar aspal yang digunakan adalah sebesar 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5%. Spesifikasi yang digunakan mengikuti Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 dengan menggunakan metode Marshall. Kadar aspal optimum untuk masing-masing campuran adalah 5,20%, 5,45%, 6,10%, dan 6,10%. Stabilitas beton aspal untuk masing-masing campuran dengan persentase batu bulat 0%, 10%, 20%, dan 30% perendaman 30 menit sebesar 1240,61 kg, 1082,80 kg, 1071,02 kg, dan 1049,78 kg pada perendaman 24 jam sebesar 1199,58 kg, 1063,74 kg, 1050,14 kg, dan 1027,57 kg. Nilai durabilitas untuk masing-masing campuran dengan persentase batu bulat 0%, 10%, 20%, dan 30% pada penelitian ini sebesar 96,69%, 98,24%, 98,05%, dan 97,88%. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan penambahan 10% agregat bulat memenuhi persyaratan Bina Marga tahun 2010 untuk semua parameter Marshall. Sedangkan untuk penambahan 20% dan 30% agregat bulat, nilai Marshall Quotient (MQ) tidah memenuhi persyaratan minimum 250kg/mm.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM PADA PENGUJIAN MARSHALL & ASPHALT FLOW DOWN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (Nur Fazillah, 2014)
PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 PADA PENGUJIAN MARSHALL DAN CATABRO LOSS TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (Rida Febriana, 2014)
STUDI PENENTUAN KADAR ASPAL OPTIMUM PADA BETON ASPAL BERGRADASI TERBUKA DENGAN STYROFOAM SEBAGAI ZAT ADITIF (Millatika, 2013)
TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL BERDASARKAN HASIL KAO MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (Muhammad Fadhil, 2014)
TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL DENGAN VARIASI SUHU PEMADATAN 140OC 150 OC DAN 160 OC MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (muksalmina, 2014)