PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BOTOL PLASTIK TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL PORUS DENGAN SUBSTITUSI ABU VULKANIK SINABUNG SEBAGAI FILLER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BOTOL PLASTIK TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL PORUS DENGAN SUBSTITUSI ABU VULKANIK SINABUNG SEBAGAI FILLER


Pengarang

YUSNAIDI NATA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504001010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Sarana transportasi terpenting sebagai penunjang kegiatan perekonomian serta kegiatan-kegiatan diberbagai bidang pada suatu negara khususnya pada era globalisasi saat sekarang ini. Dalam hal peningkatan pelayanan jalan terhadap pemakainya maka dikembangkan teknologi aspal porus sebagai salah satu bagian dari perkerasan lentur yang dapat meminimalisir dampak-dampak buruk sarana transportasi. Pada penelitian ini bahan tambahan yang digunakan adalah PET (Polyethylene Terephthalate) bahan kemasan minuman yang terbuat dari plastik yang memiliki sifat unggul seperti ringan tetapi kuat, transparan, serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat, campuran limbah PET (Polyethylene Terephthalate) dapat menambah daya tahan aspal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik aspal porus dengan substitusi abu vulkanik Sinabung sebagai filler dan penambahan limbah botol plastik. Penentuan KAO dalam penelitian ini menggunakan metode Australia mengikuti prosedur dari Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) (1997). Dalam penelitian ini menggunakan variasi campuran kadar aspal porus yaitu sebesar 4.5%, 5%, 5.5%, 6% dan 6.5% dari berat campuran untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO). Hasil penentuan KAO campuran aspal porus dalam penelitian ini menggunakan metode Australia mengikuti prosedur dari Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) (1997) didapatkan nilai KAO sebesar 6,07%. Pengujian ini dilakukan dengan penambahan botol plastic (PET) dan filler abu vulkanik. Hasil pengujian durabilitas didapatkan sebesar 26,03%. Hasil pengujian permeabilitas didapatkan sebesar 0,134 cm/det. Nilai stabilitas rendaman 24 jam lebih rendah dibandingkan nilai stabilitas rendaman normal 30 menit yaitu sebesar 103,22 kg. Hal ini terjadi karena selama perendaman 24 jam, benda uji mengalami penurunan daya ikat aspal yang disebabkan masuknya air kedalam pori campuran.


Kata kunci : Abu vulkanik, Polyethylene Terephthalate (PET), Aspal porus.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK