EFEK ANTI ADHESI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS TERKAIT DENGAN NILAI OKSIGEN TERLARUT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EFEK ANTI ADHESI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS TERKAIT DENGAN NILAI OKSIGEN TERLARUT


Pengarang

MUHAMMAD RONI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1613101010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Streptococcus mutans adalah bakteri Gram positif yang hidup pada rongga mulut dengan melekat pada permukaan gigi. Ketika jumlahnya melewati normal, maka dapat mengakibatkan berbagai masalah rongga mulut. Penggunaan agen anti-bakteri berbahan alami saat ini menjadi pilihan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya ialah penggunaan daun kelor. Daun kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman yang mengandung senyawa antibakteri. Selain senyawa anti bakteri, kadar oksigen terlarut juga mampu mempengaruhi perkembangan mikroba. Oksigen terlarut merupakan jumlah oksigen tertentu yang larut didalam ekosistem air yang dibutuhkan makhluk hidup untuk proses metabolisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek anti adhesi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap Streptococcus mutans terkait dengan oksigen terlarut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dengan konsentrasi 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25% dibuat dengan metode maserasi. Ekstrak kemudian diuji nilai oksigen terlarutnya. Kontrol positif menggunakan CHX 0,2%. Pengujian ekstrak dan interaksinya terhadap bakteri menggunakan Microtiter Biofilm Assay. Bakteri yang terbentuk diwarnai menggunakan 1% kristal violet. Pembacaan menggunakan ELISA reader dengan gelombang spektofotometri 660 nm untuk uji interaksi adhesi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan nilai oksigen terlarut yang terkandung di dalam ekstrak mampu menghambat perkembangan bakteri, dengan konsetrasi 25% merupakan nilai tertinggi (0,14 mg/l). Kemampuan anti adhesi dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) baik pada keseluruhan konsentrasi, dengan waktu inkubasi 24 jam merupakan kelompok dengan nilai tertinggi. Kesimpulan penelitian ini ialah ekstrak daun kelor memiliki aktivitas anti adhesi yang baik pada seluruh konsentrasi, dan kadar oksigen terlarut yang terkandung pada ekstrak mampu menghambat perkembangan S. mutans.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK