<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6896">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA) VARIETAS MEKSIKO TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) STRAIN BALB-C</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febi Namira Soraya Effendi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kandungan enzim papain, molekul-molekul bioaktif (flavonoid, alkaloid dan saponin), vitamin C dan senyawa lainnya dalam buah pepaya (Carica papaya) diketahui secara empiris membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak buah pepaya (Carica papaya) varietas Meksiko terhadap penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus) strain balb c. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium The Post Test Only Control Group Design. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan dan pengulangan pada masing-masing kelompok sebanyak 6 kali. Kelompok perlakuan pada penelitian ini adalah kelompok kontrol negatif (vaselin), kelompok salep ekstrak buah pepaya 25%, 50% dan 75%. Jenis luka adalah luka insisi dengan panjang 1 cm pada punggung  mencit dan perawatan luka dilakukan dua kali sehari. Pengamatan secara makroskopis dilakukan setiap hari dengan mengukur panjang luka (mm) dan pengamatan secara mikroskopis dilakukan pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14 dengan menilai kepadatan jaringan ikat. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Rata-rata hari penyembuhan luka pada mencit berdasarkan hasil uji efektivitas salep ekstrak buah pepaya 25%, 50%, 75% dan vaselin adalah 10,00; 9,83; 7,20; 13,70. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas pada tiap kelompok perlakuan  terhadap  rata-rata  hari  penyembuhan  luka pada mencit dengan  nilai p = 0,000 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WOUNDS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6896</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-07-04 13:09:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-03-24 09:32:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>