<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="68868">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN ISLAMIC CULTURAL CENTER DI KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HENDRIA ARIS K</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Sabang telah ditetapkan sebagai Kota Pariwisata oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Kota Pariwisata. Seiring dengan berjalannya waktu, Kota Sabang terus menerus melakukan pembenahan dalam sektor pariwisata. Dalam menanggapi hal ini Kota Sabang sudah mencoba mengembangkan sektor pariwisatanya dalam wisata religi. Wisata religi yang terdapat di Kota Sabang saat ini sangat sedikit dan peruntukannya hanya terbatas bagi umat muslim, seperti masjid-masjid dan ziarah makam ulama. Untuk mewujudkan wisata religi yang dapat diterima oleh seluruh pengguna maka dibutuhkan suatu sarana dengan segala prasarananya yaitu dengan menghadirkan Islamic cultural center atau pusat kebudayaan islam. Metode perancangan yang digunakan yaitu dengan pendekatan rancangan melalui pengamatan pada lokasi tapak kemudian dilakukan analisa-analisa yang nantinya akan dijadikan acuan-acuan dalam merancang Islamic cultural center atau pusat kebudayaan islam. Kemudian didapatkan hasil perancangan Islamic cultural center atau pusat kebudayaan islam dengan penerapan konsep arsitektur islam sebagai pola pemikiran namun juga diterapkan unsur-unsur arsitektur neo-futuristik untuk menjadikan sebuah objek perancangan yang berbeda tampil lebih modern dan mampu menjadi ikon Kota Sabang sehingga diharapkan meningkatnya kedatangan wisatawan-wisatawan.&#13;
&#13;
Kata kumci : Islamic cultural center ( pusat kebudayaan islam), wisata religi, arsitektur islam</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>68868</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-20 23:39:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-21 10:52:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>