<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="68760">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI STRUKTUR DIBAWAH PERMUKAAN KOTA JANTHO ACEH BESAR BERDASARKAN KECEPATAN GELOMBANG PRIMER (VP) BATUAN SEBAGAI PENDUKUNG PEKERJAAN GOETEKNIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendra Mahyudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang identifikasi struktur di bawah permukaan menggunakan metode seismik refraksi telah dilakukan di Kota Jantho Aceh Besar sebagai pendukung pekerjaan geoteknik di lokasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur di bawah permukaan Kota Jantho Aceh Besar berdasarkan kecepatan gelombang primer (VP). Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah seismograf Pasi dengan 24 geophone. Data yang diperoleh dari tahapan akusisi data berupa waktu perambatan gelombang seismik sebagai fungsi jarak. Data tersebut diolah menggunakan software ZoneST2D untuk memperoleh waktu tiba gelombang seismik dari sumber menuju geophone. Hasil pengolahan data tersebut kemudian diinterpretasikan menggunakan metode Hagiwara. Dari hasil interpretasi data diperoleh kecepatan gelombang primer (VP) pada batuan dan ketebalan lapisan batuan pada tiga lintasan yang terdapat di lokasi penelitian. Hasil interpretasi data pada Lintasan 1 diperoleh lapisan top soil pada kedalaman 0 – 6 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 0 – 0,8 km/s, lapisan clay pada kedalaman 2 – 19 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 1 – 1,8 km/s dan lapisan bedrock pada kedalaman &gt; 17 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 2,4 – 2,8 km/s. Hasil interpretasi data pada Lintasan 2 diperoleh lapisan top soil pada kedalaman 0 – 7 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 0 – 0,8 km/s, lapisan clay pada kedalaman 2 – 18 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 1 – 1,8 km/s dan lapisan bedrock pada kedalaman &gt; 17 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 2,4 – 2,8 km/s. Hasil interpretasi data pada Lintasan 3 diperoleh lapisan top soil pada kedalaman 0 – 7 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 0 – 0,8 km/s, lapisan clay pada kedalaman 2 – 18 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 1 – 1,8 km/s dan lapisan bedrock pada kedalaman &gt; 16 meter dengan kecepatan perambatan gelombang seismik dari 2,4 – 2,8 km/s.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kota Jantho Aceh Besar, metode seismik refraksi, kecepatan gelombang primer (VP), ZondST2D</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>68760</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-15 21:19:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-16 10:30:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>