PEMETAAN DIARE DI PROVINSI ACEH TAHUN 2018 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMETAAN DIARE DI PROVINSI ACEH TAHUN 2018


Pengarang

AHMAD BUKHARI TSAQIF LUBIS - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607101010120

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Diare adalah penyakit endemis yang dapat menimbulkan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurut data pada tahun 2018, Provinsi Aceh memiliki jumlah kejadian diare mencapai 72.805 kasus diare. Penggunaan sistem informasi geografis dengan menggunakan metode overlay dan peta tematik pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga menghasilkan keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prevalensi diare dengan kepadatan penduduk dan tingkat pendidikan serta pemetaan prevalensi diare berdasarkan kepadatan penduduk dan tingkat pendidikan. Variabel tingkat pendidikan yang digunakan ialah persentase penduduk lulus SMA/sederajat. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Besar sampel yang digunakan merupakan total populasi yaitu seluruh kejadian diare di Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. Hasil analisis data menggunakan korelasi spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara prevalensi diare dengan kepadatan penduduk (sig 2-tailed = 0,217) dan tingkat pendidikan (sig 2-tailed = 0,481). Hubungan yang terjadi antara prevalensi diare dengan kepadatan penduduk dan tingkat pendidikan merupakan hubungan negatif atau berlawanan arah. Pemetaan prevalensi diare berdasarkan kepadatan penduduk menunjukkan bahwa kepadatan penduduk di Provinsi Aceh tergolong sangat rendah-rendah dengan prevalensi diare bervariasi kecuali di Gayo Lues, Subulussalam, Aceh Tengah dan Aceh Utara dengan prevalensi diare tinggi. Pemetaan prevalensi diare berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa terdapat 17 Kabupaten/Kota dengan persentase penduduk lulus SMA/sederajat >50% secara umum memiliki prevalensi diare yang berada di bawah rata-rata prevalensi di Provinsi Aceh tahun 2018.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK