<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="68640">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER SETELAH PAPARAN PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SASMITA PRIMA DANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Resin komposit nanofiller adalah  material restorasi yang memiliki ukuran filler dengan skala nanometer, sehingga dapat meperbaiki sifat fisik  dan terlihat lebih estetik. Karakteristik dari resin komposit nanofiller adalah kekasaran permukaan. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu media perendaman yang dapat diserap oleh resin komposit nanofiller dan memiliki kandungan asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan resin komposit nanofiller setelah terpapar perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 50%. Jenis penelitian yang dilakukan adalah ekperimental laboratoris dengan menggunakan rancangan Pretest-PostTest Group Design. Penelitian ini menggunakan 8 spesimen resin komposit nanofiller (Filtek Z350 XT, 3M ESPE, A3) 5 mm x 2 mm. Setiap spesimen awalnya direndam dalam akuades selama 24 jam dengan suhu 37oC untuk menyesuaikan dengan suhu rongga mulut kemudian diukur kekasaran permukaannya dengan menggunakan alat Atomic Force Microscopy (AFM) sebelum dilakukan perendaman. Spesimen kemudian direndam selama 14 hari dengan ketentuan lamanya perendaman 5 menit pada air perasan jeruk nipis konsentrasi 50% dan pada akuades selama 23 jam 55 menit lalu dilakukan pengukuran kekasaran permukaan sesudah perendaman dalam perasan jeruk nipis. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan nilai signifikasi p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>68640</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-13 16:04:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-14 16:12:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>