¬IDENTIFIKASI POTENSI DAN PEMETAAN RESIKO SAMBARAN PETIR JENIS CLOUD TO GROUND DI WILAYAH ACEH PERIODE 2018-2019 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

¬IDENTIFIKASI POTENSI DAN PEMETAAN RESIKO SAMBARAN PETIR JENIS CLOUD TO GROUND DI WILAYAH ACEH PERIODE 2018-2019


Pengarang

SITI NUR JANNAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604107010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Provinsi Aceh termasuk sebagai salah satu wilayah yang memiliki Intensitas Hari Guruh (Thunder Storm Days) cukup tinggi dengan jumlah sambaran petir rata-rata lebih dari 200 hari guruh per-tahun secara kuantitatif berdasarkan distribusi sebaran petir. Distribusi dan jumlah sambaran petir ini akan berdampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Untuk identifikasi tingkat kerawanan sambaran petir digunakan dua faktor yaitu faktor ancaman menggunakan data kejadian petir CG (2018-2019) dan faktor kerentanan menggunakan data kepadatan penduduk dan penggunaan lahan untuk rumah dan bangunan. Data petir dan data demografi yang dianalisa menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk mendapatkan tingkat kerawanan sambaran petir tiap Kabupaten/Kota. Setelah mendapatkan nilai kerawanan terhadap sambaran petir lalu dipetakan menggunakan ArcView GIS. Metoda ini berdasarkan konsep pembobotan rata–rata atau pembobotan dengan multikriteria. Dari penelitian ini diharapkan membuahkan suatu model peta rawan sambaran petir yang akurasinya baik, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan dalam rangka meminimalisir resiko terhadap sambaran petir. Dengan adanya peta digital rawan sambaran petir juga diharapkan menjadi acuan oleh pemerintah Propinsi Aceh dalam penataan ruang dan bangunan. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa 5 (lima) kabupaten/kota yaitu kota Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Jaya dan Aceh Tengah memiliki tingkat kerawanan sambaran petir yang tinggi atau rawan, sedangkan 2 (dua) Kabupaten/ Kota lainnya yaitu kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Barat Daya memiliki tingkat kerawana yang sedang, dan 16 Kabupaten/Kota sisanya berada dalam kategori rendah atau aman.
Kata Kunci : Sambaran Petir, Petir CG, SAW, ArcView GIS, Tingkat Kerawanan





Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK