<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6849">
 <titleInfo>
  <title>LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN BANK RAKYAT INDONESIA CABANG BANDA ACEH OLEH KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LISA ADE JUSTICIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>LISA ADE J, LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN BANK&#13;
RAKYAT INDONESIA CABANG BANDA ACEH OLEH&#13;
KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN&#13;
LELANG BANDA ACEH&#13;
2014 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA&#13;
(vi,58), pp.,bibl.,app.&#13;
RISMAWATI, S.H., M.Hum.&#13;
&#13;
Hak tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah&#13;
berikut atau tidak berikut benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah.&#13;
Dalam Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak&#13;
Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda Yang Berkaitan Dengan Tanah,&#13;
objek hak tanggungan dijual melalui pelelangan umum untuk pelunasan piutang.&#13;
Pelunasan piutang Bank pemerintah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang&#13;
Negara (PUPN) yang operasional di daerah-daerah diserahkan pada Direktorat&#13;
Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan selanjutnya dilimpahkan kepada Kantor&#13;
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk dilakukan lelang&#13;
eksekusi.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan upaya yang dilakukan oleh&#13;
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh sebelum&#13;
lelang eksekusi atas objek hak tanggungan Bank Rakyat Indonesia Cabang Banda&#13;
Aceh, proses lelang yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan&#13;
Lelang (KPKNL) Banda Aceh atas objek hak tanggungan Bank Rakyat Indonesia&#13;
Cabang Banda Aceh, dan hambatan dalam proses lelang eksekusi yang dilakukan&#13;
oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh atas&#13;
objek hak tanggungan Bank Rakyat Indonesia Cabang Banda Aceh.&#13;
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini, dilakukan penelitian&#13;
kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder dan penelitian lapangan untuk&#13;
mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden.&#13;
Dari hasil penelitian diketahui bahwa lelang eksekusi merupakan upaya&#13;
terakhir bagi bank untuk menyelesaikan kredit macet debiturnya. Bank&#13;
mengajukan permohonan lelang tertulis disertai kelengkapan dokumen lainnya&#13;
kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Selanjutnya&#13;
upaya yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang&#13;
(KPKNL) adalah menetapkan jadwal lelang dan diumumkan oleh bank yang&#13;
bersangkutan. Pengumuman lelang memuat mengenai objek jaminan, jadwal, dan&#13;
besarnya uang jaminan yang harus diserahkan calon peserta sebelum jadwal&#13;
lelang. Pelaksanaan lelang diawali dengan dibacakannya nilai limit oleh pejabat&#13;
lelang. Peserta harus menawar minimal sama atau lebih tinggi dari nilai limit.&#13;
Pemenang lelang ditentukan oleh pejabat lelang. Hambatan pada lelang eksekusi&#13;
berupa tidak adanya peminat lelang dan objek lelang masih ditempati debitur.&#13;
Disarankan dalam menyalurkan kredit Bank Rakyat Indonesia harus lebih&#13;
selektif dalam hal analisis terhadap kemampuan debitur untuk melunasi kredit,&#13;
lebih rutin melakukan pengamatan terhadap perkembangan usaha debitur, lebih&#13;
gencar dalam mengumumkan lelang eksekusi kepada khalayak ramai dan&#13;
disarankan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)&#13;
untuk melakukan panggilan terhadap debitur sebelum pengumuman lelang&#13;
eksekusi sebagai upaya agar dapat membuat debitur semakin terdesak untuk&#13;
secepatnya melunasi kreditnya kepada Bank bersangkutan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>CIVIL LAWS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BANKS - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>340.56</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6849</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-07-03 10:53:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-25 10:42:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>