<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="68396">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTELMINTIK MINYAK BUNGA CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM (L.) MEER) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI CACING ASCARIDIA GALLI SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT SURAIYA WAHYUNI UTAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dampak kerugian ekonomi pada unggas yang terinfeksi Ascaridia galli salah satunya yang ditimbulkan adalah penurunan produktivitas hingga menyebabkan perubahan histopatologi berupa kerusakan pada villi, enteritis mukosa usus sehingga terjadi perdarahan berat dan penurunan berat badan. Terapi dengan menggunakan obat antelmintik komersial menimbulkan banyak permasalahan diantaranya biaya yang mahal, dampak negatif terhadap residu obat pada daging unggas serta dapat menjadi pengembangan resistensi obat antelmintik pada cacing. Minyak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) banyak digunakan dengan berbagai tujuan pengobatan tradisional salah satunya termasuk antelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas emulsi minyak bunga cengkeh (S. aromaticum) sebagai antelmintik terhadap cacing A. galli secara in vitro serta mengetahui gambaran histopatologi kutikula, saluran pencernaan dan saluran reproduksi cacing A. galli menggunakan emulsi minyak bunga cengkeh (S. aromaticum) secara in vitro. Minyak bunga cengkeh diperoleh dengan destilasi uap dan dianalisis dengan GC/MS. Hasil komponen minyak bunga cengkeh mengindentifikasi eugenol sebesar 88.20% sebagai konstituen utama. Sediaan emulsi F3 terbukti memberikan efek antelmintik terhadap cacing A. galli setelah pengamatan 3 jam menyebabkan 100% kematian cacing. Kontrol positif (Pirantel Pamoat 0,5%) menyebabkan 50% paralisis pada cacing, sementara kontrol negatif (NaCl 0,9%) tidak aktif. Hasil gambaran histopatologi emulsi F3 terjadinya penyusutan pada kutikula, uterus rupture (pecah), tersintegrasi sel telur didalam uterus dan terlepasnya telur dari uterus, sel telur tidak tersusun rapat. Rongga tubuh terlihat lebih besar dan bentuknya tidak sirkular. Pada saluran pencernaan terlihat dinding intestinal menipis. Pemberian 0,5% pirantel pamoat menyebabkan kutikula sedikit menipis, disintegrasi sel telur dalam uterus. Cacing A. galli yang diberikan larutan NaCl 0,9% menunjukkan tidak terjadi perubahan histopatologi pada jaringan, epikutikula dan kutikula terlihat tebal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa emulsi minyak bunga cengkeh beraktivitas antelmintik terhadap cacing Ascaridia galli secara in vitro. Gambaran histopatologi menunjukkan penyusutan pada kutikula, uterus rupture (pecah), tersintegrasi sel telur didalam uterus dan terlepasnya telur dari uterus, sel telur tidak tersusun rapat. Rongga tubuh terlihat lebih besar dan bentuknya tidak sirkular. Pada saluran pencernaan terlihat dinding intestinal menipis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>68396</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-06 10:55:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-06 11:17:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>