HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN DERAJAT AKTIVITAS FISIK PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN DERAJAT AKTIVITAS FISIK PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH


Pengarang

HIDAYATUL ZAYYANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607101010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai kontraksi dari otot rangka yang menghasilkan suatu gerakan dengan menggunakan energi. Banyak hal yang dapat terjadi apabila aktivitas fisik kurang, salah satunya diabetes melitus. Kurangnya aktivitas fisik dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan, padahal pengetahuan sangat penting untuk modifikasi perilaku. Pengetahuan tentang DM tipe 2 sangat diperlukan demi terbentuknya perilaku pencegahan risiko DM tipe 2 berupa aktivitas fisik yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang faktor risiko diabetes melitus tipe 2 dengan derajat aktivitas fisik pada masyarakat Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini berupa analitik observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 77 responden yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Pengambilan data melalui metode self-assessment dengan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang faktor risiko DM tipe 2 yang sudah divalidasi dan kuesioner GPAQ. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 55 (71,4%) responden memiliki pengetahuan baik dan 44 (57,1%) responden memiliki derajat aktivitas fisik yang tinggi. Hasil analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan p value= 0,910 dan r=-0,013. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang faktor risiko diabetes melitus tipe 2 dengan derajat aktivitas fisik. Berbagai upaya perlu terus dilakukan baik dari sektor kesehatan maupun non-kesehatan terutama untuk meningkatkan aktivitas fisik pada masyarakat Kota Banda Aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK