<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="68138">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN STATUS PENDENGARAN PASIEN MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS DENGAN TERAPI OAT GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA DI RSUD. DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dina Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) merupakan kasus tuberkulosis yang mempunyai angka insidensi dan prevalensi yang tinggi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Aminoglikosida adalah obat anti tuberkulosis lini kedua yang digunakan untuk mengobati MDR-TB pada fase awal. Penggunaan aminoglikosida dapat menimbulkan berbagai efek samping pada tubuh, salah satunya adalah penurunan pendengaran dikarenakan ototoksisitas. Ototoksisitas ditandai dengan gangguan pendengaran sensorineural yang progresif dan irreversibel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat status pendengaran pasien MDR-TB dengan audiometri nada murni yang dilakukan di Pelayanan Tuberkulosis Terpadu RSUDZA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian dengan jumlah responden 26 orang dianalisa secara univariat. Hasil menunjukkan bahwa setelah pemberian OAT fase awal selesai, 8 orang (30,8%) mengalami tuli sensorineural derajat ringan, 3 orang (11,5%) tuli sensorineural derajat sedang, 2 orang (7,7%) tuli sensorineural derajat sedang-berat, 7 orang (26,9%) tuli sensorineural derajat berat, 3 orang (11,5%) tuli sensorineural derajat sangat berat, dan 3 orang (11,5%) masih memiliki pendengaran normal. &#13;
Kata kunci: multi drug resistant tuberculosis, aminoglikosida, ototoksik, audiometri&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>68138</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-03 07:05:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-03 11:39:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>