Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI SUMBER KARBON UNTUK PRODUKSI POLIHIDROKSIALKANOAT (PHA) DARI BACILLUS SUBTILIS
Pengarang
Fika Yunidar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1508103010006
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Kimia (S1) / PDDIKTI : 47201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Polihidroksialkanoat (PHA) merupakan salah satu jenis biopolimer yang diproduksi oleh bakteri sebagai metabolit sekunder. Produksi PHA oleh bakteri terjadi pada keadaan ketidakseimbangan nutrisi dan karbon berlebih. Akibatnya, produksi PHA dari bakteri membutuhkan biaya yang besar untuk mendapatkan sumber karbon. Langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber karbon. Salah satu limbah yang dapat menjadi sumber karbon adalah minyak jelantah. Penelitian ini telah berhasil memproduksi PHA dari Bacillus subtilis menggunakan minyak jelantah sebagai sumber karbon. Produksi PHA dari Bacillus subtilis dilakukan dalam Mineral Salt Medium (MSM) yang dimodifikasi dengan menambahkan 2% minyak jelantah dan 0,1% yeast extract. Biomassa sel diperoleh setelah 72 jam pertumbuhan pada suhu 30 ºC dan pengocokan 150 rpm. Isolasi PHA dilakukan dengan metode ekstraksi kloroform dan pengendapan dengan metanol dingin. Hasil pewarnaan dengan Sudan black menunjukkan adanya granula PHA di dalam sel Bacillus subtilis. Hasil karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra-red (FTIR) memberikan puncak khas PHA yaitu dengan gugus fungsi O-H, C-H, C=O, CH3, C-O-C dan C-O pada bilangan gelombang 3439 cm-1, 2930 cm-1, 1730 cm-1, 1453 cm-1, 1276 cm-1, 1055 cm-1 secara berturut-turut. Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Difraction (XRD) menunjukkan struktur amorf dan kristalinitas rendah dengan rata-rata ukuran kristal sebesar 42,87 nm dan karakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan permukaan yang berserat. Karakterisasi termal menggunakan Differential Scanning Calorimeter (DSC) dan Thermal Gravimetric Analysis (TGA) menunjukkan sifat termal khas PHA dengan titik leleh (Tm) pada suhu 163,54 ºC dan titik degradasi (Td) pada suhu 311 ºC .
Kata kunci : Minyak jelantah, Bacillus subtilis, Polihidroksialkanoat (PHA).
ABSTRACT
Polyhydroxyalkanoate (PHA) is a type of biopolymer produced by bacteria as a secondary metabolite. The production of PHA by bacteria occurs in a state of nutrient imbalance and excess carbon. As a result, the production of PHA from bacteria requires a large cost to obtain a carbon source. The best step that can be done is to use wasted as a source of carbon. One of wasted that can be a source of carbon is wasted cooking oil. This research has succeeded in producing PHA from Bacillus subtilis using wasted cooking oil as a carbon source. PHA production from Bacillus subtilis was carried out in a modified Mineral Salt Medium (MSM) by adding 2% wasted cooking oil and 0.1% yeast extract. Cell biomass was obtained after 72 hours of growth at 30 ºC and shaking 150 rpm. PHA isolation was carried out by chloroform extraction method and precipitation with cold methanol. The results of staining with Sudan black showed the presence of PHA granules in Bacillus subtilis cells. The results of characterization using Fourier Transform Infra-red (FTIR) give a typical peak of PHA, namely the O-H, C-H, C = O, CH3, C-O-C and C-O groups at wave numbers 3439 cm-1, 2930 cm-1, 1730 cm-1, 1453 cm-1, 1276 cm-1, 1055 cm-1 respectively. The results of characterization using X-Ray Difraction (XRD) showed an amorphous structure and low crystallinity with an average crystal size of 42.87 nm and surface morphological characterization using Scanning Electron Microscopy (SEM) showed the presence of fiber surface. Thermal characterization using Differential Scanning Calorimeter (DSC) and Thermal Gravimetric Analysis (TGA) shows typical thermal properties of PHA with melting point (Tm) at 163.54 ºC and degradation point (Td) at 311 ºC.
Keywords : Wasted cooking oil, Bacillus subtilis, polyhydroxyalkanoate (PHA)
Tidak Tersedia Deskripsi
PRODUKSI POLIHIDROKSIALKANOAT (PHA) DARI BACILLUS SUBTILIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MINYAK PLIEK U (Muna Safitri, 2020)
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) TERHADAP BAKTERI BACILLUS SUBTILIS DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS PENYEBAB BROMODOSIS (Miss Wanhasnah Waenawae, 2023)
PRARANCANGAN PABRIK REGENERASI MINYAK JELANTAH DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 87.000 TON/TAHUN (Rheza Nugraha, 2014)
PRARANCANGAN PABRIK REGENERASI MINYAK JELANTAH DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 87.000 TON/TAHUN (Ridwansyah, 2014)
FORMULASI SEDIAAN FOOT SPRAY DARI MINYAK RNATSIRI SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS. L) DAN UJI RNANTIBAKTERI TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS RNDAN BACILLUS SUBTILIS (Mifta Arpini, 2024)