<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="68076">
 <titleInfo>
  <title>POLEMIK PENOLAKAN UQUBAT CAMBUK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LP) ACEH (IMPLEMENTASI PERGUB ACEH NOMOR 5 TAHUN 2018 TENTANG HUKUM JINAYAT DI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andri Kurniawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
&#13;
Pergub No. 5 Tahun 2018 tentang hukum jinayat atas pemindahan &#13;
pelaksanaan uqubat cambuk di lapas telah disahkan sebagai aturan dalam bidang&#13;
Syariat Islam sebagai pedoman sehari-hari untuk seluruh komponen masyarakat&#13;
serta sebagai payung hukum bagi masyarakat Aceh. Hampir sebagian besar&#13;
Kabupaten/Kota di Aceh belum efektif menjalankan Pergub No.5 Tahun 2018&#13;
tentang hukum jinayat, seperti kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk&#13;
mengetahui polemik penolakan uqubat cambuk di lembaga pemasyarakatan (LP)&#13;
Aceh di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara&#13;
kualitatif dengan sumber observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara&#13;
mendalam. Hasil penelitian ini bahwa ada beberapa kendala yang menjadi&#13;
hambatan dalam tidak terlaksanakannya proses uqubat cambuk di lembaga&#13;
pemasyarakatan bagi pelanggar Syari’at Islam di Kota Banda Aceh. Terkait&#13;
fasilitas yang kurang memadai dari lapas yang tidak dapat menampung jumlah&#13;
penonton yang ingin hadir dalam proses pelaksanaan uqubat cambuk. Kendala&#13;
terbesar lainnya yaitu perlu adanya transparansi kebijakan yang telah dibuat oleh&#13;
pemerintah Aceh dalam proses pemindahan uqubat cambuk di lapas. Hal ini&#13;
terlihat masih banyak pihak-pihak yang berwenang seperti Wilayatul Hisbah dan&#13;
Satpol PP masih melakukan proses pelaksanaan uqubat cambuk tetap&#13;
dilaksanakan di pekarangan masjid atau tempat terbuka demi menjaga&#13;
transparansi dari kebijakan yang telah dibuat pemerintah yang disahkan melalui&#13;
Pergub No.5 Tahun 2018 tentang hukum jinayat atas pelaksanaan uqubat cambuk&#13;
di lapas. Kesimpulan penelitian ini bahwa Dinas Syari’at Islam, Satpol PP dan&#13;
WH masih menjalankan peraturan yang telah dibuat oleh Qanun Jinayat, sebelum&#13;
adanya perintah yang wajib dari Gubernur Aceh terkait pemindahaan pelaksanaan&#13;
uqubat cambuk di lembaga pemasyarakatan. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Pergub No.5 Tahun 2018, Cambuk, Kebijakan</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>68076</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-02 15:38:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-03 10:29:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>