<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67920">
 <titleInfo>
  <title>PENEGAKAN HUKUM ATAS PENYELESAIAN OPERASI TANGKAP TANGAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI  (STUDI PENELITIAN WILAYAH HUKUM ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHARIZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENEGAKAN HUKUM ATAS PENYELESAIAN OPERASI&#13;
TANGKAP TANGAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI  &#13;
(Studi Penelitian Wilayah Hukum Aceh Besar)&#13;
 &#13;
Muharizal&#13;
Dahlan &#13;
Mohd. Din &#13;
ABSTRAK &#13;
Operasi tangkap tangan (OTT) dapat memberantas dan mencegah korupsi,&#13;
baik di kalangan penyelenggara negara, maupun masyarakat. OTT tidak bisa&#13;
dilepas dari tindak pidana Korupsi yang mana OTT ini ditujukan kepada operasi&#13;
untuk perbuatan tindak pidana korupsi itu sendiri. Pasal 1 angka 19 KUHAP&#13;
tentang Tertangkap Tangan, Pasal 12 huruf e UUPTK, selanjutnya operasi&#13;
tangkap tangan seperti yang di atur dalam Pasal 368 KUHP. Perkara yang terjadi&#13;
di Wilayah Hukum Aceh Besar di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan&#13;
Sipil Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, telah terjadi dugaan tindak pidana&#13;
korupsi (pungutan liar) terhadap Kegiatan pres/laminating penglegalisiran akte&#13;
kelahiran/kematian, KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dengan cara meminta&#13;
biaya atas legalisir. Perkara ini masih bisa tafsirkan kepada pidana umum dan&#13;
pidana khusus. Penjatuhan pidana khusus sesuai dengan Pasal 12 huruf e UUPTK. &#13;
 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan hukum pidana&#13;
khusus terhadap Pasal 12 huruf e UUPTK yang dialihkan kepada pidana umum&#13;
Pasal 368 KUHP, penerapan hukum terhadap Pasal 12 huruf e (multitafsir) dalam&#13;
UUPTK, dan besaran nilai barang bukti operasi tangkap tangan yang masih&#13;
multitafsir dalam tindak pidana korupsi. &#13;
 Penelitian ini penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan&#13;
pengakajian keberlakuan peraturan perundang-undangan. Data yang digunakan&#13;
adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan&#13;
teknik wawancara dan menelaah dokumen serta Undang-undang terkait dengan&#13;
penelitian ini. Selanjutnya data diolah dan dianalisa dengan teknik analisis&#13;
deskriptif kualitatif. &#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan Tim Saber Pungli&#13;
Aceh Besar yang awalnya menggunakan Pasal 12 huruf e UUPTK dialihkan&#13;
kepada Pasal 368 KUHP diakibatkan kepada terdakwa Syamsul Rizal Dja’far dan&#13;
Bebi Sartika ditemukan, barang bukti yang didapat berjumlah Rp. 3.800.000 (tiga&#13;
juta delapan ratus ribu rupiah), tidak memenuhi efektifitas dan efesiensi alam&#13;
penerapan hukum pidana yang ingin mencari keadilan, moral hukum oleh aparat&#13;
penegak hukum, dan tindakan pemerasan bukan murni kehendak terdakwa,&#13;
kemudian Tim Saber Pungli Aceh Besar melakukan musyawarah, sehingga&#13;
sepakat unsur pasal yang disangkakan dialihakan kepada Pasal 368 KUHP.&#13;
Pengelompokan unsur-unsur pidana khusus diantaranya, Syamsul Rizal Dja’far &#13;
dan Bebi Sartika pegawai negeri atau penyelenggara negara maksud&#13;
menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan&#13;
menyalahgunakan kekuasaannya memaksa sesorang untuk memberikan sesuatu,&#13;
membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan&#13;
sesuatu bagi dirinya sendiri, sedangkan unsur pidana umum diantaranya,&#13;
menguntungkan diri sendiri atau orang lain, unsur secara melawan hukum, dan&#13;
unsur memaksa orang dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan supaya&#13;
orang itu memberikan suatu barang yang sama sekali atau sebagian kepunyaan&#13;
orang itu sendiri atau menghapuskan piutang. Besaran nilai barang bukti yang&#13;
dianggap masih dapat dimultitafsirkan ini langsung adanya pemisahan antara&#13;
pidana umum dan pidana khusus, besaran barang bukti yang nominalnya dibwah&#13;
Rp. 10.000.000; (sepuluh juta rupiah) langsung dapat dijerat dengan ketentuan&#13;
pidana umum, begitu pula dengan nominal diatas Rp. 10.000.000; (sepuluh juta&#13;
rupiah) langsung dikenakan unsur pasal tindak pidana korupsi. &#13;
 Diharapkan kepada aparat penegak hukum khsususnya Tim Saber Pungli&#13;
Aceh Besar dapat melakukan penegakan hukum secara maksimal dan memberikan&#13;
asas kepastian hukum, asas keadilan, dan asas manfaat bagi masyarakat.&#13;
Disarankan kepada Pemerintah dapat dengan segera menimbangkan hasil&#13;
penelitian ini sebagai acuan agar dapat mengeluarkan regulasi terkait dengan&#13;
besaran barang bukti dalam tindak pidana korupsi operasi tangkap tangan oleh&#13;
Tim Saber Pungli. &#13;
Kata Kunci: Penegakan Hukum, Operasi Tangkap Tangan, Tindak Pidana&#13;
Korupsi. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
LAW ENFORCEMENT ON THE COMPLETION OF A HAND CAPTURE&#13;
OPERATION IN CRIMINAL OFFENCE  &#13;
(Research study on greater ACEH Law area)&#13;
Muharizal  &#13;
vi&#13;
&#13;
Dahlan&#13;
Mohd. Din&#13;
ABSTRACT &#13;
The Hand capture operation (OTT) can eradicate and prevent corruption,&#13;
both among state organizers, and to the public. OTT cannot be removed from&#13;
corruption crimes which is addressed to operations for the Corruption criminal&#13;
act itself. Article 1 Number 19 KUHAP on caught hands, article 12 letter e&#13;
UUPTK, hereinafter the hand capture operation as set forth in article 368&#13;
paragraph (1) of the CRIMINAL code. What happened in the greater ACEH&#13;
jurisdiction in the Office of the Population and civil registration of the greater&#13;
Aceh regency, there has been suspected corruption criminal (a wild levy) on the&#13;
activities of the press/laminating Certificate of Birth/death certificates, KTP,&#13;
family card by means of requesting a fee for the legestration of birth certificate.&#13;
These things can still be interpreted to the general and special criminal. Special&#13;
criminal allotment in accordance with article 12 letter e UUPTK. &#13;
The study aims to know and explain the special criminal elements and&#13;
general criminal in the law enforcement of hand-catching operations, the&#13;
application of the law to article 12 E (Multitapator) in Law No. 31 of 1999 as&#13;
Amended by Law No. 20 of 2001 on the Eradication of corruption crimes in&#13;
ACEH Besar and the value of the evidence of hand capture operations that still&#13;
multitudes in corruption criminal acts. &#13;
Research of this thesis is a type of research empirical, using a approach to&#13;
the applicability of statutory regulations. The data used is primary data and&#13;
secondary data. Data collection techniques using interviews and document study&#13;
techniques and laws related to this study. Further data is processed and analyzed&#13;
with qualitative descriptive analysis techniques. &#13;
The results of this study showed that the criminal allotment that was&#13;
initially based on article 12 letter e UUPTK to article 368 of the PENAL code&#13;
resulted from the consideration of the Sabbatic team Saber Pungli Besar,&#13;
defendant Syamsul Rizal Dja'far and Bebi Sartika namely, evidence Obtained&#13;
amounting to Rp. 3.8 million (three million eight hundred thousand Fair), do not&#13;
fulfill the effectiveness and efficiency of natural criminal law application that &#13;
seeks to seek justice, moral law by law enforcement officials, and the act of&#13;
extortion not purely the will Defendant, then team Saber Pungli Aceh Besar&#13;
conducted deliberation, so that agreed element of the article will be sent to article&#13;
368 Criminal Code. Grouping of special criminal elements among others, civil&#13;
servants or state organizers; With the intention of favouring oneself or others&#13;
against the law; by abusing his authority; Forcing a person to give something,&#13;
pay, or accept payment with a deduction or to work on something for himself,&#13;
while the common criminal element among them, benefitting oneself or others,&#13;
elements against Law, and the element forces people with violence or with violent&#13;
threats so that the person gives an item that is entirely or partially belonging to&#13;
the person or the elimination of receivables. The value of evidence is considered&#13;
still dimultitafsirkan this direct separation between public and criminal special&#13;
criminal, the size of goods that have a nominal evidence of Rp. 10 million; (ten&#13;
million Rupiah) can be directly snared with general criminal provisions, as well&#13;
as nominal above Rp. 10 million; (ten million Rupiah) is directly subject to the&#13;
Corruption criminal Act article. &#13;
It is hoped that the law enforcement officers of the team Saber Pungli&#13;
Aceh Besar can perform the maximum law enforcement and provide the principle&#13;
of legal certainty, principles of justice, and basic benefits for society. It is&#13;
advisable that the Government may immediately consider the results of this&#13;
research as a reference in order to issue regulations related to the size of&#13;
evidence in criminal acts of hand-catching operations by the Saber Pungli team. &#13;
Keywords: Law enforcement, Hand-catching Operations, Corruption Crimes.&#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>67920</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-31 16:37:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-31 16:41:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>