<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67914">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN ENDAPAN SEDIMEN PANTAI DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE GRAVITY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REXI ADITA SURYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah pesisir daerah Banda Aceh dan Aceh Besar dipengaruhi oleh proses pengendapan sedimen yang terjadi karena aktivitas Krueng Aceh. Proses terbentuknya endapan sedimen dapat dikaji dengan menggunakan survey metode gravitasi.Tujuan penelitian adalah menentukan geologi regional didasarkan nilai kerapatan batuan dan data bor di daerah penelitian. Pengambilan data lapangan menggunakan alat Gravitimeter Scintrex CG-5. Lokasi pengambilan data berada di 3 daerah, yaitu Mukim Kuala Gigieng, Aceh Besar dengan luas area 1 × 1.5 km dengan 120 titik pengukuran dan dua daerah di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh dengan luas area pengukuran 1 × 2 km dengan 250 titik pengukuran dan 0.7 × 1.5 km dengan 163 titik pengukuran. Untuk memperoleh anomali Bouguer lengkap, data penelitian dikoreksi dengan koreksi pasang surut, drift, lintang, udara bebas, Bouguer, dan medan. Anomali Bouguer lengkap kemudian dipisahkan antara efek lokal dan regional sehingga diperoleh anomali residual. Profil nilai anomali residual digunakan untuk forward modeling. Model 2D yang dihasilkan memiliki kedalaman  hingga 150 meter. Model pada lokasi penelitian di Mukim Kuala Gigieng didominasi oleh lempung dan pasir. Pada lokasi penelitian Kecamatan Syiah Kuala memiliki 2 model. Pada lokasi pertama daerah Tibang, Lamgugob, dan Prada didominasi oleh lempung dan terdapat gambut pada kedalaman 10 meter dan lokasi kedua daerah Darussalam didominasi oleh lempung. Endapan sedimen pada kawasan pesisir pantai Banda Aceh dan Aceh Besar didominasi lempung pada kedalaman rata-rata 110 – 150 meter. Lapisan yang lebih dangkal memiliki distribusi endapan sedimen yang bervariasi mengikuti geologi regional daerah penelitian. Hal ini ditunjukan dengan data bor pada setiap lokasi penelitian.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>67914</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-31 16:28:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-02 08:53:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>