Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN PIDIE
Pengarang
PUTRI TAMARA DASANTOS - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1607101010107
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki panjang badan atau tinggi badan kurang dan jika dibandingkan dengan umurnya atau disebut juga kerdil. Stunting merupakan masalah gizi kronik pada balita yang memiliki banyak faktor penyebabnya seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, panjang badan dan berat badan lahir, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Stunting harus dicegah karena akan berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif kedepannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting di Kabupaten Pidie. Penelitian dilakukan di 10 desa di Kabupaten Pidie pada tanggal 26 Oktober sampai dengan 1 Desember 2019 terhadap 160 balita, terdiri dari 80 kasus dan 80 kontrol dengan desain case control. Metode sampling probability sampling dengan teknik stratified sampling. Berat badan lahir dan panjang badan lahir diperoleh dari buku KIA atau KMS. Stunting diperoleh dari pengukuran tinggi badan balita dan disesuaikan dengan tabel Permenkes. Hasil penelitian ini mayoritas pada usia 25-60 bulan (78,8%) kasus dan (72,5%) kontrol, berjenis kelamin laki-laki (50%) kasus dan (52,5%) kontrol, pendidikan terakhir ayah yaitu SMA (51,3%) kasus dan (47,5%) kontrol, pendidikan terakhir ibu yaitu SMA (41,3%) kasus dan (48,8%) kontrol, pekerjaan ayah yaitu petani (53,8%) kasus dan (55%) control dan pekerjaan ibu yaitu ibu rumah tangga baik (73,7%) kasus dan (72,4%) kontrol. Data dianalisa dengan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan berat badan lahir (p=1,000; OR = 1,000) dan panjang badan lahir (p=0,227; OR = 1,645) dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Pidie. Anak dengan panjang badan lahir pendek beresiko 1,645 kali dapat menjadi stunting.
Tidak Tersedia Deskripsi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI KECAMATAN DARUL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR (Dian hidayati, 2014)
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM (Qanita Putri, 2023)
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMENGARUHI STUNTING DI KOTA BANDA ACEH DENGAN PENERAPAN ALGORITMA EXPECTATION-MAXIMIZATION PADA MODEL COX PROPORTIONAL HAZARD (RIZKA ANNISA, 2023)
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN (PMT) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA STUNTING DI PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA (Diva Nabila, 2024)
DETERMINAN FAKTOR RISIKO PADA IBU TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUDZA (DIA ANDRIYANI, 2026)