<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67798">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN (FEAR OF FAILURE) PADA ATLET DITINJAU DARI JENIS OLAHRAGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wibi Hendra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap atlet yang bertanding baik secara individu maupun kelompok akan memaksimalkan kemampuannya sehingga dapat mencapai prestasi yang gemilang, namun gangguan psikologis seperti rasa takut dan cemas yang terlalu tinggi saat bertanding berdampak pada menurunnya penampilan yang mengakibatkan munculnya kegagalan. Ketakutan akan kegagalan telah dikaitkan dengan beberapa konsekuensi maladaptif pada atlet, seperti kelelahan, meninggalkan pertandingan, stres, cemas dan timbulnya rasa takut. Ketakutan akan kegagalan (fear of failure) merupakan kecemasan atau kekhawatiran yang irasional yang akhirnya menurunkan kepercayaan diri untuk mengerjakan suatu tugas tertentu. Tujuan penelitian adalah melihat perbedaan antara ketakutan akan kegagalan ditinjau dari jenis olahraga, individu dan kelompok dengan menggunakan desain kuantitatif. Sebanyak 80 atlet (terdiri dari 40 atlet individu dan 40 atlet kelompok) dengan rentang usia 20-28 tahun yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI). Hasil uji analisis independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (p)=0,030 (</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>67798</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-30 20:56:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-31 11:49:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>