DAMPAK KEKERINGAN TERHADAP ADAPTASI USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DAMPAK KEKERINGAN TERHADAP ADAPTASI USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Rizky Ramadhan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1109200140055

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

632.12

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan penelitian adaptasi usahatani padi sawah terhadap bencana
kekeringan di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie.Penelitian ini bertujuan
untuk mengindentifikasikan tingkat adaptasi usaha tani serta meninjau upaya strategi
dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim dan sistem pola tanam padi sawah.
Analisis data dilakukan dengan memakai metode kualitatif, kuantitatif, dan deskriptif.
Data tersebut berasal dari kuisioner yang dibagikan kepada petani dan data sekunder
dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pidie. Populasi penelitian adalah
Kepala Keluarga (KK) yang berada di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie
yang berjumlah 20928 KK dari 52 desa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini dilakukan secara Cluster Random Sampling sebanyak 99 Responden. Dari 99
responden yang di teliti 97 (97,98 %) responden mengeluarkan biaya produksi
pertahunnya Rp. 2,000,000 s/d 4,000,000. Kemudian 01 (01,01 %) responden
mengeluarkan biaya produksi pertahunnya Rp. 5.000.000,- s/d Rp. 7.000.000,-. dan
selebihnya 01 (01,01 %) responden mengeluarkan biaya produksi diatas
Rp. 10.000.000,- dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kebanyaan dari petani
mengeluarkan biaya produksi untuk satu kali masa tanam adalah sebesar
Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 4.000.000,- atau sebanyak 97 (97,98 %) responden. Jadi dapat
disimpulkan bahwa petani telah melakukan upaya strategi dan adaptasi terhadap
perubahan iklim. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi komoditi utama
tanaman pangan (padi) pada tahun berikutnya dengan cara peningkatan benih
bermutu dari varietas unggul dan pengembangan jaringan irigasi teknis usaha tani
(JITUT), jalan usaha tani (JUT). Kemudian diharapkan juga kepada petani untuk
terus dapat meningkatkan kemampuan dan kemitraannya dengan Pemerintah Daerah
dengan mengikuti program - program penyuluhan guna meningkatkan kapaitas petani
dalam meningkatkan produktifitas pertanian, seperti kegiatan Sekolah lapang Iklim
(SLI), Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SL-PTT), guna
mendayagunakan tenaga kerja petani Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam
rangka pemberdayaan ekonomi pedesaan melalui kegiatan swakelola.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK