<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67750">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI PANTI JOMPO UPTD RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Said Birrul Walidain</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masalah fisik yang sering dihadapi oleh lansia adalah jatuh. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental serta fungsi tubuh menurun. Pada tahun 2013, prevalensi kejadian jatuh pada lansia di Indonesia mencapai 67,1%.  Faktor risiko yang dapat mempengaruhi risiko jatuh salah satunya yaitu fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif dapat menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan risiko jatuh pada lansia di Panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan non probabilitiy sampling dengan metode total sampling di Panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Banda Aceh, Provinsi Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 34 lansia. Variabel bebas pada penelitian ini adalah fungsi kognitif yang diukur dengan kuesioner Mini Mental State Exam (MMSE) dan variabel terikat adalah risiko jatuh yang diukur dengan kuesioner Morse Fall Scale (MFS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami gangguan kognitif berat yaitu 14 (41,2%), risiko jatuh berat 21 (61,8%), dan risiko jatuh berat disertai gangguan kognitif berat 13 (38,2%). Terdapat hubungan antara fungsi kognitif dengan risiko jatuh (p-value = 0,011). Kekuatan hubungan antara fungsi kognitif dengan risiko jatuh sebesar 0,431 yaitu kedua variabel menunjukkan korelasi positif moderate (sedang). Fungsi kognitif merupakan faktor yang berperan terhadap risiko jatuh pada lansia. Diharapkan lansia dapat melakukan aktivitas fisik yang rutin sehingga dapat menghambat penurunan fungsi kognitif serta perlu ditingkatkan kewaspadaan pada lansia terhadap risiko jatuh.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lansia, Fungsi Kognitif, Risiko Jatuh</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>67750</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-30 14:35:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-30 16:00:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>