IDENTIFIKASI CEMARAN MIKROPLASTIK TERHADAP HASIL LAUT DI BANDA ACEH, PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI CEMARAN MIKROPLASTIK TERHADAP HASIL LAUT DI BANDA ACEH, PROVINSI ACEH


Pengarang

Zata Yumni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505105010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Zata Yumni. 1505105010012. Identifikasi Cemaran Mikroplastik Terhadap Hasil Laut di Banda Aceh, Provinsi Aceh di bawah bimbingan M. Ikhsan Sulaiman sebagai ketua dan Dewi Yunita sebagai anggota.

RINGKASAN

Indonesia secara geografis memiliki luas perairan lebih luas dibandingkan daratan. Negara dengan sampah plastik di laut tertinggi kedua di dunia yaitu Indonesia (0,48-1,29 juta metrik ton/tahun) setelah China (1,32-3,53 juta metrik ton/tahun) (Jambeck et al, 2015). Banyaknya penggunaan plastik ini dapat memberikan dampak pada penumpukkan plastik yang semakin tinggi. Penumpukkan ini menyebabkan pencemaran lingkungan yang berujung pada pencemaran bahan pangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroplastik pada ikan (tongkol dan dencis) di TPI Lampulo, Banda Aceh dan garam yang berasal dari beberapa pasar (Lambaro, Keutapang, Lamnyong, Seutui dan Peunayong) di Banda Aceh. Masing-masing sampel ikan pada penelitian ini menggunakan sebanyak enam ekor, tiga ekor pada minggu pertama dan tiga ekor lagi pada minggu keempat. Sedangkan sampel garam (20 gr/sampel), masing-masing dilakukan sebanyak dua kali ulangan.
Analisis pada penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Penelitian utama meliputi preparasi sampel, identifikasi mikroplastik secara mikroskopis dan FT-IR (Fourier Transfrom Infrared). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapatnya kandungan mikroplastik pada ikan tongkol dan ikan dencis. Hal ini menunjukkan bahwa masih terjaganya laut di area Banda Aceh dari sampah plastik. Sedangkan pada garam, terdapat kandungan mikroplastik jenis film yang diidentifikasi secara mikroskopis dan FT-IR pada seluruh sampel garam. Jenis plastik yang teridentifikasi yaitu selulosa asetat (CA).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK