Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KARAKTERISTIK PENGERING EFEK RUMAH KACA TIPE TEROWONGAN TERHADAP KUALITAS MINYAK NILAM
Pengarang
RISKI SATRIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1505106010044
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RISKI SATRIA. 1505106010044. Karakteristik Pengering Efek Rumah Kaca Tipe Terowongan Terhadap Kualitas Minyak Nilam. Di bawah bimbingan DISWANDI NURBA sebagai pembimbing ketua, dan FACHRUDDIN sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi penghasil minyak nilam terbesar di Indonesia, salah satu produksinya di Kabupaten Aceh Jaya. Walaupun tanaman nilam telah dibudidayakan selama hampir 100 tahun, namun sampai sekarang masih banyak teknologi pengolahan masyarakat masih konvensional sehingga kualitas minyak yang dihasilkan masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor sosial ekonomi petani dan faktor teknologi yang diaplikasikan masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengering efek rumah kaca tipe terowongan terhadap kualitas minyak nilam.
Metode penelitian ini terdiri dari satu unit alat pengering efek rumah kaca tipe terowongan dan pengeringan secara konvensional. Pengeringan nilam dilakukan 3 kali pengeringan dengan 2 metode pengeringan dan dilakukan penyulingan selama 6 jam, nilam yang dikeringkan yaitu sebanyak 30 kg yang diperoleh dari hasil panen pertama dengan umur panen 8 bulan yang diperoleh dari petani di daerah Kabupaten Aceh Jaya. Analisis kualitas minyak nilam yang diamati meliputi kadar air nilam, rendemen, warna, bobot jenis, indeks bias, dan kelarutan dalam etanol 90%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air nilam hasil pengeringan efek rumah kaca lebih baik karena hanya membutuhkan waktu selama 1 hari untuk mengeringkan nilam dan menghasilkan kadar air rata-rata yaitu 22,45% dibandingkan pengeringan konvensional dengan rata-rata kadar air yaitu 22,93% dan memerlukan waktu 2 hari untuk mengeringkan nilam. Hasil Rendemen dengan pengeringan efek rumah kaca menghasilkan rata-rata rendemen yaitu 0,40% sedangkan pengeringan konvensional menghasilkan rata-rata rendemen yaitu 0,39%. Warna minyak nilam dengan pengeringan konvensional dan pengeringan efek rumah kaca menghasilkan warna yang sama yaitu coklat kemerahan. Bobot jenis minyak nilam pengeringan efek rumah kaca rata-rata yaitu 0,966 sedangkan pengeringan konvensional menghasilkan rata-rata yaitu 0,954. Indeks bias minyak nilam dengan pengeringan efek rumah kaca yaitu 1,509 sedangkan pengeringan konvensional menghasilkan indeks bias yaitu 1,508. Kelarutan dalam etanol 90% minyak nilam pengeringan efek rumah kaca lebih baik karena jernih rata-rata pada larutan 1:9, sedangkan pengeringan konvensional jernih rata-rata pada larutan 1:10, dimana minyak nilam yang mudah larut dalam etanol 90% maka kualitas minyak nilam semakin baik. Secara umum kualitas yang dihasilkan dari minyak nilam pengeringan konvensional dan pengeringan efek rumah kaca termasuk baik karena masih masuk dalam kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2385-2006). Berdasarkan kadar air dan kualitas minyak nilam seperti warna, bobot jenis, indeks bias dan kelaruta dalam etanol 90% merupakan pengeringan efek rumah kaca lebih baik secara kuantitas dan kualitas dibandingkan dengan pengeringan konvensional.
Tidak Tersedia Deskripsi
MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA PENGERING EFEK RUMAH KACA UNTUK PENGERINGAN BIJI KOPI (Nurainun, 2024)
RANCANG BANGUN PENGENDALIAN SUHU PADA ALAT PENGERING TEROWONGAN HOHENHEIM MENGGUNAKAN PENGENDALI PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE (ARI RAHMAT PUTRA IBINA, 2021)
UNJUK KERJA KOLEKTOR SURYA TIPE TEROWONGAN PADA PROSES PENGERINGAN IKAN KEUMAMAH (ZAWIRUL NAUFAL, 2021)
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) SEDIAAN CHEMICAL SUNSCREEN DENGAN KANDUNGAN MINYAK NILAM FRAKSI BERAT HASIL DISTILASI MOLEKULER (KHAIRINA MUTIA OKTASYA, 2025)
POTENSI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) FRAKSI RINGAN SEBAGAI REPELLENT TERHADAP LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA LINN.) (Annisa Karim, 2022)