Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT BEDAH RSUDZA BANDA ACEH
Pengarang
ira puspita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0707101050011
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.92
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Infeksi Nosokomial masih menjadi masalah serius di rumah sakit baik di Indonesia maupun di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan sensitivitas bakteri serta sumber penularan yang berpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Rawat Bedah RSUDZA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui metode observasional laboratorium. Spesimen penelitian diambil dari Ruang Rawat Bedah Pria RSUDZA yang terdiri dari swab tangan, hidung dan luka pasien, swab tangan dan hidung tenaga kesehatan, swab peralatan, swab mobiler ruangan, dan udara ruangan. Data yang dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuman patogen yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial adalah S. aureus, P. aeruginosa, E. coli, dan Acinetobacter. Pola sensitivitas Staphylococcus aureus terhadap antibiotik adalah Vankomisin Sebesar 100%, Klindamisin 85,71%, Cefotataxim 42,85%, Ceftriaxone 42,85%, Amoxycilin 42,85%, Gentamisin 42,85%, Ciprofloxacin 42,85%, Meropenem 42,85%, Ceftazidime 28,57% dan Tetrasiklin 28,57%. Pseudomonas aeruginosa yang ditemukan hanya sensitif terhadap meropenem, E. coli masih sensitif terhadap antibiotik Ciprofloxacin, Tetrasiklin, Meropenem, Ceftazidime, Ceftriaxone, Amoksisilin, Cefuroxime, Cephalotin, Cefotaxime dan Gentamisin, dan Acinetobacter masih sensitif terhadap Gentamisin dan Tobramisin. Ditemukan Staphylococcus aureus strain MRSA pada semua isolat (7 isolat), karena semua isolat yang diperoleh telah resisten terhadap Oxacillin. Isolat Acinetobacter dan Pseudomonas aeruginosa yang ditemukan di Ruang Rawat Bedah Pria RSUDZA merupakan bakteri penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL). Sumber penularan paling banyak yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial adalah mobiler ruangan.
Kata kunci : Infeksi nosokomial, Pola bakteri, Sensitivitas antibiotik.
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RA WAT INAP MATA-THT RSUDRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Muhammad febriansyah, 2023)
IDENTIFIKASI BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INAP MATA-THT RSUDRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Muhammad febriansyah, 2023)
POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG OPERASI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Devi Fitriani, 2015)
POLA BAKTERI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Wizalti Ferdani, 2023)
POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN (Aulia Syahputra, 2023)