Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN KADAR UREUM DARAH DENGAN PROGNOSIS PASIEN PASCA ST-ELEVASI MIOKARD INFARK (STEMI) BERDASARKAN MAJOR ADVERSE CARDIAC EVENTS (MACE)
Pengarang
YUSUF MUHAMMAD REZA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1607101010132
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ST-Elevasi Miokard Infark (STEMI) merupakan suatu penyakit jantung dan pembuluh darah dengan tingkat komorbiditas dan mortalitas yang tinggi sehingga memerlukan perhatian yang khusus. Tingginya tingkat komorbiditas dan mortalitas tersebut dapat dicegah dengan cara memprediksi luaran buruk pada penderita STEMI. Fungsi ginjal dilaporkan dapat memprediksi luaran yang buruk pada pasien STEMI. Ureum merupakan salah satu biomarka yang dapat digunakan untuk meninjau fungsi ginjal. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kadar ureum darah dengan prognosis pasien pasca STEMI berdasarkan Major Adverse Cardiac Events (MACE) yang terdiri atas gagal jantung akut, aritmia lethal, syok kardiogenik, serangan jantung ulangan, dan kematian. Penelitian ini melibatkan 32 responden yang terdiagnosis IMA STEMI di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian cohort prospective dengan menggunakan data primer berupa wawancara via telefon genggam terkait apakah pasien mengalami kejadian MACE khususnya serangan jantung ulangan dan kematian pasca rawatan di rumah sakit dan data sekunder berupa status pasien ketika masih di rawat di rumah sakit. Hasil pada penelitian ini didapatkan 22 pasien (68,8%) memiliki kadar ureum yang normal. Penderita IMA STEMI yang mengalami MACE pada penelitian ini adalah sebanyak 17 orang (53,9%). Kejadian MACE yang paling sering muncul pada penelitian ini adalah gagal jantung akut (12,5%) dan kematian (12,5%). Berdasarkan uji Korelasi Gamma, didapatkan nilai p value = 0,596 (p value > 0,05). Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar ureum darah dengan prognosis pasien STEMI berdasarkan MACE.
Kata Kunci : ST- Elevasi Miokard Infark, Ureum Darah, Kejadian Kardiovaskular Mayor, Banda Aceh
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKOSILASI (HBA1C) TERHADAP KEJADIAN KARDIOVASKUKAR MAYOR PADA PASIEN PASCA INFARK MIOKARD AKUT (SRY AUDIAN ANSARI, 2019)
HUBUNGAN LOKASI INFARK DENGAN RISIKO ACUTE KIDNEY INJURY PADA ST-ELEVASI MIOKARD INFARK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (INDRI AFRIANTI, 2019)
HUBUNGAN ONSET SERANGAN DAN LOKASI INFARK TERHADAP KEBERHASILAN FIBRINOLITIK PADA PASIEN INFARK MIOKARD DENGAN ST-ELEVASI (RIFAN EKA PUTRA NASUTION, 2016)
HUBUNGAN ONSET SERANGAN DAN LOKASI INFARK TERHADAP KEBERHASILAN FIBRINOLITIK PADA PASIEN INFARK MIOKARD DENGAN ST-ELEVASI (RIFAN EKA PUTRA NASUTION, 2014)
PENGARUH PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP KEJADIAN INFARK MIOKARDRNST-ELEVASI (ashabul anhar, 2015)