IMPLEMENTASI PRINSIP STATE RESPONSIBILITY DALAM PENCEMARAN KABUT ASAP LINTAS NEGARA (TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION) DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IMPLEMENTASI PRINSIP STATE RESPONSIBILITY DALAM PENCEMARAN KABUT ASAP LINTAS NEGARA (TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION) DI INDONESIA


Pengarang

Hairani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1403101010046

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
HAIRANI IMPLEMENTASI PRINSIP STATE RESPONSBILITY
2019 DALAM PENCEMARAN KABUT ASAP LINTAS NEGARA (TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION) DI INDONESIA
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(V, 72), pp, bibl.
(Nellyana Roesa, S.H., L.L.M)

Indonesia sebagai negara yang merdeka mempunyai kedaulatan penuh untuk mengelola SDA di wilayah negaranya, termasuk hutan. Disisi lain, Indonesia juga mempunyai tanggung jawab untuk menjamin segala kegiatan dalam wilayah negara tidak menimbulkan kerugian bagi negara lain. Namun dalam kenyataannya kesalahan dalam pengelola SDA yang berasal dari Hutan menimbulkan masalah pencemaran asap Lintas Batas.
Penulisan ini bertujuan menjelaskan pengaturan dalam hukum internasional, serta menjelaskan bagaimana implementasi prinsip State Responsibility dalam penyelesaian masalah kabut asap Lintas Negara (Transboundary Haze Pollution) di Indonesia.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif yaitu meneliti bahan kepustakaan atau penelitian terhadap data sekunder, diperoleh dengan pengumpulan data-data dan informasi.
Hasil dari penulisan ini adalah pengaturan dalam hukum internasional yang pertama adalah, Prinsip State Responsibility dalam hukum lingkungan Internasional telah diatur dalam beberapa perjanjian Internasional, diantaranya adalah Deklarasi Stockholm 1972, serta hasil penelitian yang kedua pelaksanaan Implementasi Prinsip State Responsibility dalam Pencemaran Kabut Asap di Indonesia yang mana dalam konteks penerapannya tidak sesuai dengan aturan yang ada, walaupun pemerintah telah mengupayakan penerapan aturan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan, namun permasalahan ini tetap terjadi setiap tahunnya.
Dengan adanya peraturan yang telah ditetapkan terhadap kasus kebakaran hutan, diharapkan kedepannya pemerintah harus lebih tegas lagi dalam memberikan sanksi terhadap para pengusaha liar yang menyebabkan kebakaran hutan dan lebih tanggap lagi dalam menangani kasus kebakaran hutan dan kabut asap agar kedepannya tidak terjadi hal seperti itu.






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK