<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67306">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HAMBAT MADU SEULAWAH TERHADAP PERTUMBUHAN METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKA RAMADHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Angka Resistensi bakteri terus mengalami peningkatan dan menimbulkan masalah besar di seluruh dunia. Salah satu bakteri yang telah mengalami resistensi adalah Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Bakteri ini merupakan  Staphylococcus aureus yang telah mengalami perubahan kode genetik sehingga menjadi resisten terhadap semua strain antibiotik beta-laktam. Terkait dengan tingginya angka resistensi bakteri terhadap antibiotik maka diperlukan alternatif obat baru, salah satunya adalah dengan menggunakan bahan alam yang dipercaya memiliki efek antimikroba yaitu madu Seulawah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan daya hambat madu Seulawah dan pengaruh konsentrasinya terhadap MRSA. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat kali pengulangan, yang terdiri dari enam kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok kontrol positif (linezolid 30 µg), dan kelompok madu Seulawah dengan konsentrasi 70%, 80%, 90% dan 100%. Uji daya hambat antimikroba ini dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini menunjukkan madu Seulawah dengan konsentrasi 70%, 80%, 90% dan 100% masing-masing memiliki daya hambat terhadap MRSA dengan diameter zona hambat rata-rata 8,40 mm, 8,62 mm, 9,61 mm, dan 11,91 mm. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Kuskal Wallis dilanjutkan dengan  uji metode Mann-Whitney yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>67306</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-26 12:22:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-26 14:27:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>