<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67186">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN YURIDIS HAK PATEN SEBAGAI OBJEK JAMINAN FIDUSIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MURSALIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
MURSALIN : TINJAUAN YURIDIS HAK PATEN SEBAGAI OBJEK&#13;
2019        JAMINAN FIDUSIA &#13;
 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
 (iv,61)pp.,bibl. &#13;
        Kadriah, S.H., M.Hum.&#13;
Di dalam Pasal 108 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 &#13;
tentang Paten ditentukan Bahwa “Hak atas Paten dapat dijadikan sebagai objek&#13;
jaminan fidusia”. Ketentuan ini merupakan regulasi baru terkait hak paten yang&#13;
tidak terdapat pengaturannya di dalam Undang-Undang Paten sebelumnya. Di&#13;
dalam praktiknya masih terdapat hambatan untuk merealisasikan ketentuan terkait&#13;
penggunanaan hak paten sebagai objek jaminan fidusia. Hal ini dikarenakan tidak&#13;
ada pengaturan lebih lanjut mengenai pengikatan hak paten sebagai objek jaminan&#13;
fidusia, dan juga belum terdapat pengaturan secara jelas terkait mekanisme&#13;
pelaksanaan eksekusi hak paten jika terjadi wanprestasi, sehingga dapat&#13;
menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pihak-pihak yang bersangkutan. &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui prosedur pengikatan&#13;
suatu hak paten apabila dijadikan sebagai objek jaminan fidusia, dan untuk&#13;
mengetahui mekanisme eksekusi hak paten sebagai objek jaminan fidusia apabila&#13;
pihak debitur melakukan wanprestasi. &#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah&#13;
penelitian yuridis normatif, yaitu dengan mengkaji suatu penelitian hukum dengan&#13;
data sekunder yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka, yang terdiri dari bahan&#13;
hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier serta sumber&#13;
lainnya yang sesuai atau memiliki relevansi dengan penulisan skripsi ini. &#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa hak paten sebagai objek jaminan fidusia&#13;
diperbolehkan oleh Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan&#13;
Fidusia, dan pada dasarnya telah memenuhi unsur-unsur benda yang dapat&#13;
dijadikan sebagai objek jaminan fidusia karena mempunyai nilai ekonomis dan&#13;
dapat dialihkan. Namun Undang-Undang Fidusia tidak mengatur secara&#13;
keseluruhan terkait bagaimana tata cara pengikatan dan mekanisme eksekusi hak&#13;
paten sebagai objek jaminan fidusia. Sehingga akan berdampak pada sulitnya&#13;
pengikatan hak paten sebagai objek jaminan kredit. Selama Undang-Undang&#13;
Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten diterbitkan, sampai sekarang belum ada&#13;
yang mendaftarkan hak paten sebagai suatu objek jaminan fidusia di Kantor&#13;
Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, ini disebabkan hak paten belum&#13;
dapat diterima sebagai objek jaminan dalam pengambilan kredit di bank. &#13;
Disarankan kepada pembentuk undang-undang untuk memperbaharui&#13;
Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia agar&#13;
menyesuaikan dan mengikuti perkembangan yang terdapat dalam UndangUndang&#13;
&#13;
Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, khususnya terkait pengikatan hak&#13;
paten sebagai objek jaminan fidusia. Sehingga dapat memberikan kepastian&#13;
hukum bagi pihak-pihak yang terkait dengan penggunaan hak paten tersebut.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>67186</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-24 12:43:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-26 10:28:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>