<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66984">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP STUNTING DI KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MULIAGUS RIMBANA CHEKMAT</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar Belakang:Pengetahuan tenaga kesehatan terhadap Stunting merupakan hal penting dalam penanganan Stunting. Hal ini dikarenakan pengetahuan tenaga kesehatan yang baik mengenai Stunting sangat dibutuhkan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dan melakukan intervensi kepada masyarakat di suatu kawasan yang mengalami Stunting. Provinsi Aceh merupakan provinsi yang memiliki prevalensi anak Stunting yang tertinggi pada usia dibawah 2 tahun dan prevalensi tertinggi ke-3 pada usia balita. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Stunting, diperlukan survey awal untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anak Stunting, yang salah satunya yaitu tingkat pengetahuan tenaga kesehatan. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara responden yang memenuhi kriteria inklusi mengisi kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti yang telah melewati uji validitas dan uji reliabilitas. Sampel yang dikumpulkan menggunakan metode non-probability sampling dengan jenis total sampling dengan memenuhi kriteria inklusi dilakukan pada bulan September 2019. Hasil:Penelitian ini melibatkan 111 tenaga kesehatan sebagai sampel dimana 50 responden (45%) memiliki pengetahuan buruk, 46 responden (41,5%) memiliki pengetahuan cukup, dan 15 responden (13,5%) memiliki pengetahuan baik.Tingkat pendidikan terbanyak yaitu D3 Kebidanan  sebanyak 51 responden (45.9%) dengan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup sebanyak 25 respondendan lama kerja terbanyak yaitu 0-10 tahun sebanyak 60 responden (54,1%) memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan buruk sebanyak 27 responden.Sebagian besar responden memperoleh informasi mengenai Stuntingmelalui internet sebanyak 68 responden dengan pengetahuan buruk sebanyak 29 responden.Interpretasi: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap Stunting di Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie sebagian besar pengetahuan buruk yaitu sebanyak 50 responden (45%).&#13;
&#13;
Kata Kunci: Stunting, Tenaga Kesehatan, Pengetahuan</note>
 <subject authority="">
  <topic>MICROBIOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PARASITIC DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>616.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66984</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-22 12:34:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-23 12:08:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>