Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENILAIAN KERENTANAN SUMBER DAYA ARKEOLOGI TERHADAP LETUSAN GUNUNG API SINABUNG
Pengarang
Lucki Armada - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1309200140050
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Bencana alam yang terjadi akibat erupsi gunung api berdampak luas terhadap daerah yang terkena bencana. Selain menjadi ancaman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan gunung berapi aktif, juga dapat mengakibatkan hilang atau rusaknya sumber daya arkeologi yang terdapat di sekitar gunung api. Sumber daya arkeologi mempunyai sifat yang langka, tidak dapat diperbaharui, rapuh dan tidak tergantikan. Untuk melindungi keberadaan sumber daya arkeologi di sekitar gunung api Sinabung, Provinsi Sumatera Utara, telah dilakukan pemetaan kerentanan bencana pada daerah yang rawan terjadi erupsi. Peta kerentanan bencana gunung api Sinabung sangat diperlukan untuk menilai tingkat kerentanan setiap sumber daya arkeologi yang terdapat di wilayah tersebut. Peta situasional gunung api dibuat dengan menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) sedangkan pembuatan peta resiko sumber daya arkeologi berdasarkan teknik overlay situasional gunung api dan lokasi sumber daya arkeologi. Penilaian kerentanan resiko bencana erupsi gunung api Sinabung terhadap sumber daya arkeologi dibagi dalam 3 (tiga) kriteria, yaitu: sangat bahaya, bahaya dan kurang bahaya. Pembobotan kriteria berdasarkan jarak lokasi situs arkeologi yang ada dari lokasi gunung api Sinabung. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak terdapat sumber daya arkeologi yang masuk dalam kriteria sangat bahaya. Adapun sumber daya arkeologi berupa bangunan kolonial masa pendudukan Belanda masuk dalam kriteria bahaya dan beberapa bangunan rumah adat di beberapa desa di Kabupaten Karo yang masuk dalam kriteria kurang bahaya. Masyarakat dan pemerintah dapat meningkatkan kesiapsiagaan khususnya dalam melindungi sumber daya arkeologi yang ada di sekitar gunung api Sinabung dengan adanya peta kerentanan resiko ini.
Kata kunci: peta kerentanan, pelestarian, sumber daya arkeologi, gunung api Sinabung, resiko bencana.
Tidak Tersedia Deskripsi
ALGORITMA PENENTUAN KERENTANAN STRUKTUR ATAP TIPE DOUBLE FINK TERHADAP PEMBEBANAN TEPHRA VULKANIK MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING (Qamara Ramadhana, 2024)
STUDI DEFORMASI GUNUNG AGUNG BALI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (INSAR) (Zhatoer Rayhan Qauvani, 2019)
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI SITUASI BENCANAGUNUNG API SEULAWAH AGAMRNDI WILAYAH KECAMATAN SAREERNKABUPATENACEH BESAR (Nita Adlina, 2014)
RESILIENSI MASYARAKAT PENYINTAS ERUPSI GUNUNG SINABUNG KECAMATAN NAMAN TERAN KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA (Nuryanti Purba, 2024)
ANALISIS SPASIAL POTENSI BAHAYA ALIRAN LAHAR LETUSAN GUNUNG API SEULAWAH AGAM, ACEH (Masyithah, 2024)