UJI ANTIMIKROBA EKSTRAK BUAH SALAK (SALACCA EDULIS) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI ANTIMIKROBA EKSTRAK BUAH SALAK (SALACCA EDULIS) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI


Pengarang

Cut Intan Evtia Nurina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0906103010073

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

579.342

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian Uji Antimikroba Ekstrak Buah Salak (Salacca edulis) terhadap Bakteri
Escherichia coli telah dilaksanakan pada 1 Oktober 2013 sampai 11 November 2013.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak buah
salak terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Isolat bakteri E. coli yang digunakan
dalam penelitian ini diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala. Buah salak (Salacca edulis) varietas salak pondoh super yang
berusia tiga bulan setelah perbungaan diperoleh dari perkebunan salak di Sabang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium jenis
kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 7
kelompok, yaitu 5 kelompok perlakuan (ekstrak etanol buah salak terhadap bakteri E.
coli) dan 2 kelompok kontrol menggunakan aquades dan streptomisin. Analisis data
dilakukan menggunakan Anova (analyses of variance) kemudian dilanjutkan dengan
uji Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf kepercayaan 0,05%, dan terdapat
perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil uji antimikroba menunjukkan ekstrak
buah salak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Hasil uji fitokimia
menunjukkan bahwa ekstrak buah salak mengandung berbagai senyawa aktif seperti
tanin, flavonoid, dan alkaloid. Zona hambat tertinggi diperoleh pada konsentrasi
100%, yaitu rata-rata berdiameter 18,783 mm. Tetapi zona hambat yang terbentuk
pada kontrol positif lebih besar, yaitu rata-rata berdiameter 31,367 mm.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK