<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6674">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN SINDROMA DISPEPSIA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Echa Putri Nesia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dispepsia merupakan kasus yang sangat sering terjadi dalam masyarakat, umumnya karena adanya depresi, ansietas dan gangguan somatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres psikologis dengan sindroma dispepsia pada mahasiswi FK Unsyiah angkatan 2009. Ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yang berlangsung pada bulan September 2011. Tingkatan stres diukur menggunakan Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS), sedangkan sindroma dispepsia digunakan kriteria diagnostik Roma II. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel sebanyak 112 responden dengan rentang usia 19-22 tahun. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 34 responden (30,4%) mengalami stres, terdiri dari 22 orang (64,7%) stres ringan, 10 orang (29,4%) stres sedang, dan 2 orang (5,9%) stres berat, sedangkan stres sangat berat tidak ditemukan. Responden yang mengalami dispepsia tercatat sebanyak 66 orang (58,9%), dimana 9 orang (13,6%) mengalami ulcus like dyspepsia, 30 orang (45,5%) mengalami dysmotility like dyspepsia, dan sebanyak 27 orang (40,9%) mengalami dyspepsia tipe mixed. Hasil uji chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stres psikologis dengan sindroma dispepsia (p=0,038). Tingkatan stres yang paling banyak dialami adalah stres ringan yaitu sebanyak 22 orang (64,7%), jenis sindroma dispepsia yang paling banyak dialami adalah dismotility like dyspepsia yaitu sebanyak (45,5%). Terdapat hubungan yang bermakna antara stres psikologis dengan sindroma dispepsia pada mahasiswi FK Unsyiah angkatan 2009.</note>
 <subject authority="">
  <topic>DYSPEPSIA</topic>
 </subject>
 <classification>616.332</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6674</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-06-24 13:05:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-18 14:55:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>