<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66670">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENGERINGAN KERUPUK TIRAM MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Pratika Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan kerupuk tiram menggunakan alat pengering tipe Hohenheim. Pengamatan dilakukan dengan perlakuan variasi lapisan yaitu 1 lapis, 2 lapis dan 3 lapis. Parameter penelitian meliputi iradiasi surya, suhu, kelembaban relatif (RH), kecepatan aliran udara, kadar air, kadar protein dan uji organoleptik hedonik terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata iradiasi surya pada hari pertama sebesar 350,87 W/m² dan pada hari kedua sebesar 362,40 W/m². Rata-rata suhu ruang pengering pada hari pertama adalah 40,9?C dan  pada hari kedua sebesar 39,7 ?C, sedangkan rata-rata suhu lingkungan pada hari pertama sebesar 31,3 0C dan pada hari kedua sebesar 31,6 ?C. Rata-rata RH pada hari pertama sebesar 50,5% dan pada hari kedua sebesar 47,8 %. Pengeringan 1 lapis selama 10 jam dan 2 lapis selama 12 jam menghasilkan kerupuk tiram dengan kadar air 6,96 %. Sedangkan pengeringan 3 lapis menghasilkan kerupuk tiram dengan kadar air 12 % selama 9 jam proses pengeringan. Kadar protein kerupuk tiram pada pengeringan 1 lapis sebesar 6,52 %, 2 lapis sebesar 7,62 % dan 3 lapis 8,89 %. Secara organoleptik, warna kerupuk tiram yang paling disukai oleh panelis adalah kerupuk yang dihasilkan pada pengeringan 1 lapis. Sedangkan faktor aroma tidak menonjol dan mendapat penilaian netral secara organoleptik.&#13;
&#13;
Kata kunci : Kerupuk tiram, lapisan pengeringan dan pengering Hohenheim&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66670</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-18 13:46:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-18 14:00:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>