<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66660">
 <titleInfo>
  <title>STUDI TEORITIS SISTEM PENDINGIN SIKLUS ABSORPSI AIR– LITIUM BROMIDA UNTUK APLIKASI COLD STORAGE DENGAN KAPASITAS LIMA TON IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FARHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara maritim dengan potensi perikanan yang tinggi, sehingga untuk menjaga kualitas ikan perlu dibangun suatu tempat untuk mendinginkan ikan yaitu cold storage. Salah satu teknologi pendingin yang digunakan pada cold storage ialah sistem pendingin absorpsi. Sistem pendingin absorpsi mengunakan energi panas sebagai energi input untuk menjalankan pendinginan. Pada penelitian ini diteliti kinerja pengaruh variasi temperatur sistem pendinginan absorpsi air-lithium bromida untuk aplikasi cold storage dengan kapasitas lima ton ikan. Pada penelitian ini sistem pendingin absorpsi menggunakan panas buang dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 6 MW sebagai sumber panas untuk menjalankan sistem. Analisa termodinamika dilakukan untuk mengetahui kemampuan panas buang (PLTU) 6MW untuk menjalankan cold storage dan didapatkan bahwa panas buang PLTU cukup untuk menjalankan cold storage. Coefficient of Performance (COP), input panas (ke generator), output panas (dari absorber), dan daya pompa (Wp) sistem pendingin absorpsi dicari dengan memvariasikan temperatur masing-masing komponen sistem pendingin absorpsi (yaitu generator, absorber, kondensor, dan evaporator). Hasil penelitian menunjukkan bahwa COP sistem pendingin absorpsi meningkat seiring meningkatnya temperatur absorber, kondensor, dan evaporator. Sebaliknya, meningkatnya temperatur generator menurunkan nilai COP. Pada daya pompa (Wp) akan mengalami kenaikan saat temperatur absorber naik dan akan menurun saat temperatur generator naik. Hasil penelitian lainya menjelaskan bahwa jumlah input panas ke dalam generator (Qg) berbanding lurus dengan temperatur generator, Sementara output panas dari absorber (Qout) menurun ketika temperatur absorber meningkat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COLD - STORING FOODS - COMMERCIAL PRESERVATION</topic>
 </subject>
 <classification>664.028 52</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66660</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-18 12:28:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-26 11:11:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>