<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66572">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BELOKAN TAJAM PADA PIPA TERHADAP PERPINDAHAN PANAS PADA SOLAR WATER HEATER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ULUL RIZZA JUMADA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan. Potensi energi terbarukan di Indonesia sangat melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan energi surya adalah penggunaan kolektor surya untuk mengumpulkan energi panas matahari. Solar water heater (pemanas air surya) merupakan salah satu alat yang menggunakan radiasi matahari dan mengubahnya menjadi energi panas. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari kolektor banyak cara dapat dilakukan salah satunya  adalah pengaruh jarak dan diameter belokan pipa. Semakin rapat jarak antar pipa maka akan mendapatkan efisiensi kolektor yang semakin besar. Pada penelitian ini akan dikaji pengaruh belokan tajam pada pipa dengan panjang keseluruhan pipa 4 meter divariasikan menjadi 4 variasi panjang pipa yaitu  (70, 30, 20) cm dan bentuk Circle terhadap perpindahan panas pada solar water heater. Dari penelitan dengan intensitas matahari sebesar 691 W/m2  terjadi pada kolektor C (20 cm). Hasil optimal yang didapatkan yaitu temperatur keluar sebesar 64 OC dengan energi panas berguna 447,69 W/m2 dan efisiensi 89,98 %, terjadi pada jam 14.00 WIB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEAT TRANSFER - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.402 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66572</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-17 15:39:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-10 12:15:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>