UPAYA PEMBINAAN TERHADAP ANAK JALANAN DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UPAYA PEMBINAAN TERHADAP ANAK JALANAN DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE


Pengarang

ZIKRIA AKBARINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506104030039

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Anak jalanan merupakan anak yang sebagian besar menghabiskan waktunya di jalanan seperti mencari nafkah. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor ekonomi, keluarga, serta lingkungan pergaulan. Kondisi anak jalanan sangat menghawatirkan karena tidak mendapat pendidikan yang layak. Sikap mereka yang susah diatur dalam mengikuti peraturan-peraturan karena terbiasa hidup bebas. Salah satu cara yang di lakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Aceh dalam pembinaan anak jalanan yaitu pembinaan melalui model panti di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui upaya pembinaan terhadap anak jalanan di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe, 2) Mengetahui hambatan yang dialami oleh UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe dalam pembinaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif serta menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini antara lain pengelola, pengasuh, dan anak jalanan di UPTD, pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pembinaan anak jalanan di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe melalui: 1) Pembinaan pendidikan, keterampilan, dan sikap, 2) Hambatan yang dialami yaitu pertama anak jalanan rata-rata mempunyai minat belajar yang rendah, kedua kurangnya dukungan sebagian dari keluarga untuk menyetujui anaknya mendapat pembinaan, ketiga pendidikan untuk anak jalanan hanya sebatas Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sehingga sebagian dari mereka kembali menganggur, keempat pihak UPTD tidak memiliki konselor yang profesional dalam menangani permasalahan-permasalahan anak, kelima anggaran yang tersendat dalam proses pembinaan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK