PENGARUH PEMBERIAN PLASMA KAYA TROMBOSIT TERHADAP EKSPRESI TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 (TGF-?1) PADA PROSES PENYEMBUHAN FRAKTUR FEMUR KELINCI LOKAL (LEPUS DOMESTICA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PEMBERIAN PLASMA KAYA TROMBOSIT TERHADAP EKSPRESI TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 (TGF-?1) PADA PROSES PENYEMBUHAN FRAKTUR FEMUR KELINCI LOKAL (LEPUS DOMESTICA)


Pengarang

dr. Andrian - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307601010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Bedah / PDDIKTI : 11707

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Proses penyembuhan fraktur femur dipengaruhi oleh beberapa growth
faktor salah satunya transforming growth factor beta 1(TGF- ?1). Plasma kaya trombosit
mengandung growth factor dapat mempercepat proses penyembuhan fraktur tulang,
melalui peningkatan produksi TGF- ?1, stimulasi regenerasi tulang dan sel osteoblastik.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian plasma kaya
trombosit terhadap ekspresi TGF- ?1 pada proses penyembuhan fraktur femur kelinci
lokal (Lepus domestica).
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Post
Test-Only Control Group Design Sebanyak 32 kelinci local jantan (Lepus domestica)
berumur 4-5 bulan, kondisi sehat yang dibagi secara acak menjadi dua kelompokan
perlakuan dengan 16 ulangan. Kelompok kontrol (KN) yaitu kelinci di frakturasi femur
tanpa pemberian PKT) dan Kelompok Perlakuan (KP) yaitu kelinci difrakturasi femur
dengan pemberian PKT 100 µl). Semua kelinci diterminasi empat belas hari setelah
perlakuan frakturasi femur dan dilakukan pemeriksaan ekspresi TGF- ?1 melalui
pemeriksaan imunohistokimia. Data dianalisis dengan menggunakan uji normalitas,
homogeniotas, dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan.
Hasil: Hasil pemeriksaan imunohistokimia pada hari ke-14 setelah frakturasi femur
menunjukkan adanya peningkatan ekspresi TGF- ?1 yang lebih tinggi pada kelompok
perlakuan dibandingkan pada kelompok kontrol. Uji Mann-Whitney menunjukkan
perbedaan bermakna antara kedua kelompok (P < 0,000).
Simpulan: pemberian PKT secara autologus dosis 100 µl meningkatkan ekspresi
TGF-?1 jaringan tulang femur pada 14 hari setelah frakturasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK