<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66374">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN PLASMA KAYA TROMBOSIT TERHADAP PENYEMBUHAN SARAF PASCA TRAUMA TAJAM SCIATIC NERVE TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Herdi Gunanta Syaiful</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Cedera saraf tepi merupakan cedera yang paling sering terjadi dan&#13;
paling sering menimbulkan kecacatan jangka panjang yang berhubungan dengan&#13;
nyeri, kelemahan otot, dan kekurangan kemampuan sensoris pada reseptor saraf&#13;
organ target. Pasca trauma, sering kali terjadi gangguan cedera saraf tepi. Faktor&#13;
pertumbuhan yang terdapat dalam Plasma kaya trombosit (PKT) memiliki&#13;
peranan penting dalam proses regenerasi saraf pasca trauma.&#13;
Metode: Penelitian dengan rancangan post-test only control group. Jumlah hewan&#13;
coba tikus putih (Rattus Novergicus) yang diintervensi menjadi cedera sciatic&#13;
nerve berjumlah 30 ekor dan terbagi dalam 3 kelompok: kelompok A (tanpa&#13;
pemberian PKT); kelompok B (PKT 50 µL); kelompok C (PKT 100 µL). Efek&#13;
pemberian intervensi akan dinilai pada minggu ke – 2 dan ke – 6 menggunakan&#13;
Sciatic functional index dan pemeriksaan histologi sciatic nerve. Analisis of&#13;
variance (ANOVA) satu arah dan General linear model digunakan untuk&#13;
mengalisis data dengan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan perbedaan yang signifikan antara&#13;
SFI minggu ke-2 rerata yaitu 26,78 dan minggu ke-6 8,87 pada kelompok B dan&#13;
SFI minggu ke-2 rerata yaitu 22,30 dan minggu ke-6 8,17 pada kelompok C (p &lt;&#13;
0,001) dengan selisih rerata secara berurutan adalah 17,91 dan 14,13. Pemeriksaan&#13;
histologi juga menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok (p &lt;&#13;
0,001) dengan kadar PKT yang paling baik 100 µL.&#13;
Pembahasan: PKT mengandung berbagai faktor pertumbuhan yang diperlukan&#13;
dalam proses regenerasi saraf seperti TGF-?1, BDNF, NGF-1, dan VEGF.&#13;
Penggunaan PKT dapat meningkatkan konsentrasi dan pelepasan faktor&#13;
pertumbuhan dan diferensiasi pada daerah cedera untuk augmentasi proses&#13;
penyembuhan alami.&#13;
Kesimpulan: Pemberian PKT pada cedera sciatic nerve berpengaruh terhadap&#13;
perbaikan secara Sciatic Fungsional Index pada fungsi nerve dan jumlah axon.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66374</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-12 17:05:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-13 10:19:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>