HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN RISIKO OSTEOPOROSIS PADA WANITA DEWASA AKHIR SUKU ACEH DI RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN RISIKO OSTEOPOROSIS PADA WANITA DEWASA AKHIR SUKU ACEH DI RSUDZA


Pengarang

NADIA SAFHIRA PUTRI ANANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607101010114

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang mengalami pengeroposan yang ditandai dengan penurunan densitas dan kualitas tulang, sehingga risiko untuk mengalami fraktur akan semakin meningkat. Osteoporosis banyak terjadi pada lanjut usia, dan lebih rentan terjadi pada wanita dibanding pria. Salah satu faktor risiko osteoporosis yang dapat diubah adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah atau underweight. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan risiko osteoporosis pada wanita dewasa akhir suku Aceh di RSUDZA.Penelitian dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam dan Poliklinik Orthopedi RSUDZA Banda Aceh pada tanggal 27 Agustus sampai dengan 13 September 2019 terhadap 83 responden dengan desain cross sectional. Metode sampling non probability sampling dengan teknik accidental sampling. IMT diperoleh dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan responden. Risiko osteoporosis diperoleh dari perhitungan dengan OSTA score. Data dianalisa dengan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis didapatkan mayoritas responden berusia40-45 tahun (55,4%), dan memiliki IMT tidak normal (74,7%) ((underweight (10,8%), overweight (13,3%) dan obesitas (50,6%)).Risiko osteoporosis lebih dominan pada risiko ringan (69,9%). Responden dengan IMT underweight memiliki risiko osteoporosis sedang 77,8% dan risiko tinggi 22,2%. Responden dengan IMT obesitas memiliki risiko ringan 97,6%.Hasil uji korelasi Spearman didapatkan p value0,000 (p value < 0,05) dan rs = -0,731 yang menunjukkan terdapat hubungan antara IMT dengan risiko osteoporosis dengan kekuatan hubungan tinggi. Hubungan kedua variabel bersifat negatif yang bermakna semakin rendah nilai IMT, maka semakin berat risiko terjadinya osteoporosis.

Kata Kunci : IMT, risiko osteoporosis, OSTA score, suku Aceh

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK