HAMBATAN DAN UPAYA GURU DALAM PENANGANAN SISWA DISLEKSIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN KEJURUAN MUDA, ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HAMBATAN DAN UPAYA GURU DALAM PENANGANAN SISWA DISLEKSIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN KEJURUAN MUDA, ACEH TAMIANG


Pengarang

ADILAH MARDHIYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506104030061

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Guru berfungsi sebagai pembimbing dan pendidik, sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan berbagai macam upaya dalam menangani kesulitan yang di alami anak khususnya anak disleksia. Sebagai pendidik guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, membimbing, melatih dan menilai hasil pembelajaran. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan guru mengalami kesulitan/hambatan selama proses mengajarkan anak normal maupun anak yang kurang normal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dan upayagurudalam menangani anak disleksia di SD Negeri Karang Jadi dan SDIT Darul Mukhlisin. Jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif.Subyek penelitian berjumlah 3 (tiga) guru yaitu satu orang guru kelas III B SD Negeri Karang Jadi, satu orang guru kelas dan satu orang guru pembimbing SDIT Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.Hasil penelitian melalui wawancara dan observasi menunjukkan bahwa hambatan yang dirasakan oleh guru kelas dan guru pembimbing adalah kesulitan mengajar yang menyangkut pada metode pembelajaran untuk anak disleksia, kesulitan dalam pelaksanaan program pembelajaran seperti tidak tercapainya target pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan guru sebelumnya, serta kesulitan dalam perencanaan dan pelaksanaan evaluasi.Upaya yang dilakukan guru dalam menangani anak disleksia tidaklah sama antara guru satu dengan yang lainnya. Ada Guru yang hanya mampu memberikan bantuan berupa bimbingan saja ada pula guru yang mampu memberikan berbagai macam bantuan seperti menggunakan metode bercerita, menggunakan kartu huruf, menggunakan permainan puzzle, dan memberikan game edukasi. Guru pembimbing SDIT Darul Mukhlisin melakukan upaya yang lebih banyak dalam menangani anak disleksia dibandingkan dengan upaya guru kelas yang ada di SD Negeri Karang Jadi dalam menangani anak disleksia yang ada di kelasnya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK