HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN PEKERJAAN DENGAN CYBERLOAFING PADA KARYAWAN ADMINISTRASI DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN PEKERJAAN DENGAN CYBERLOAFING PADA KARYAWAN ADMINISTRASI DI BANDA ACEH


Pengarang

FEBRINA ULANDARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507101130037

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

006.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Tuntutan pekerjaan adalah suatu hal yang berhubungan secara langsung dengan jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan seorang karyawan. Tuntutan Pekerjaan dapat menyebabkan stres apabila tidak cocoknya jumlah beban kerja dengan waktu yang tersedia untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Ketika stres, karyawan administrasi cenderung melakukan hal-hal lain untuk mengatasinya, salah satu cara mengatasi stres adalah dengan melakukan cyberloafing. Cyberloafing didefinisikan sebagai penggunaan email dan internet yang tidak berhubungan dengan pekerjaan oleh karyawan yang dilakukan secara sengaja pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tuntutan pekerjaan dengan cyberloafing pada karyawan administrasi di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik purposive sampling dengan keseluruhan jumlah sampel sebanyak 320 subjek. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat ukut quantitative demands untuk mengukur tuntutan pekerjaan dan skala cyberloafing untuk mengukur perilaku cyberloafing. Data pada penelitian ini tidak terdistribusi secara normal sehingga analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi Spearman Brown Formula dengan nilai (r=0.503 dan p=0.000) yang menunjukkan adanya hubungan positif yang terjadi antara tuntutan pekerjaan dengan cyberloafing pada karyawan administrasi di Banda Aceh. Hal ini diartikan sebagai semakin tinggi tuntutan pekerjaan yang dimiliki maka akan semakin sering karyawan administrasi terlibat dalam perilaku cyberloafing.
Kata kunci: Tuntutan pekerjaan, Cyberloafing, Karyawan administrasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK