<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66248">
 <titleInfo>
  <title>KUALITAS TELUR PUYUH YANG DIBERI RANSUM KOMERSIL DENGAN SUBSTITUSI BAHAN PAKAN FERMENTASI TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) DAN INDIGOFERA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Satri Yusasra Agasi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jenis telur yang paling banyak permintaannya saat ini adalah telur ayam ras.  Namun demikian, telur unggas lainnya seperti telur puyuh pun diminati oleh masyarakat.  Kualitas telur yang antara lain tercermin dari penampilannya akan mempengaruhi selera konsumen dan daya simpannya.   Oleh karena itu,  peternakan puyuh tidak saja dituntut untuk dapat meningkatkan produksi ternaknya,  namun kualitas telur yang dihasilkan harus diperhatikan pula.   &#13;
Permasalahan utama dalam produksi telur puyuh adalah biaya ransum yang tinggi.  Hal ini dikarenakan mahalnya harga ransum komersil dan sebagian besar bahan-bahan pakan yang digunakan untuk menyusun ransum tersebut masih diimpor dan bersaing dengan kebutuhan manusia.  Usaha-usaha yang telah dilakukan untuk menurunkan biaya ransum antara lain adalah penggunaan campuran beberapa bahan pakan murah seperti tepung ikan leubim dan tepung indigofera untuk menggantikan sebagian penggunaan ransum komersil.   &#13;
Kelemahan limbah ikan leubim dan daun indigofera adalah kandungan serat kasarnya tinggi sehingga sulit dicerna oleh puyuh.  Oleh karena itu, kedua bahan pakan ini sebaiknya difermentasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Bahan pakan lain berupa menir, dedak jagung, dan tepung kulit kerang digunakan untuk menyeimbangkan kembali kandungan energi dan mineral dalam ransum.   Semua bahan pakan ini dicampur menjadi satu untuk selanjutnya diproses melalui fermentasi.   &#13;
Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan  campuran tepung limbah ikan leubim, tepung indigofera, tepung kulit kerang, menir dan dedak jagung yang difermentasi bersama-sama sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap kualitas dan  komponen telur puyuh.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak Unggas, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala selama 10 minggu  yang dimulai dari tanggal 27 Juni sampai dengan 05 September 2019. Penelitian ini menggunakan 80 ekor puyuh betina dara Coturnix coturnix japonica  umur 4 minggu. Rancangan penelitian yang  digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kelompok.  Setiap kelompok merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor puyuh betina dara.  Ransum perlakuan adalah ransum komersil ayam petelur (324-1) yang disubstitusi dengan campuran bahan pakan fermentasi yang tersusun dari tepung limbah ikan leubim  +  daun indigofera +  menir + dedak jagung +  tepung kulit kerang sebanyak  0, 10,  20, dan 30%.  Paramater yang diamati terdiri dari parameter komponen telur (berat dan persentase  yolk,  albumen, dan kerabang telur) dan kualitas telur puyuh (berat telur, yolk index, yolk colour,  albumen index, dan ketebalan kerabang).   Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of  Variance (ANOVA),  jika diperoleh hasil yang berbeda nyata  maka dilanjutkan  dengan Uji Jarak Berganda Duncan  (Steel dan Torrie,  1991).  &#13;
Hasil analisis statistik memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan campuran bahan pakan fermentasi  11% tepung daun indigofera + 20% tepung limbah ikan leubim + 45,4% menir + 20% dedak jagung + 3,6% tepung kulit kerang  tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap berat telur.   Namun,  pemberian bahan pakan substitusi ini secara nyata (P0,05) berpengaruh.   &#13;
Hasil analisis statistik memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan campuran bahan pakan fermentasi yang tersusun dari 11% tepung daun indigofera + 20% tepung limbah ikan leubim + 45,4% menir + 20% dedak jagung + 3,6% tepung kulit kerang    tidak berbeda nyata (P&gt;0,05) terhadap yolk index dan albumen index serta ketebalan kerabang.  Pengamatan pada akhir penelitian memperlihatkan bahwa warna kuning telur puyuh dari perlakuan  ransum substitusi   (RB?RD)  memiliki skor sangat nyata (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>BIRDS - EGGS</topic>
 </subject>
 <classification>598.627</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66248</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-10 15:06:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-06-15 12:16:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>