Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING DI P2TP2A (PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK) TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Pengarang
ULAYYA WASILAH MUNASTI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1506104030049
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ulayya Wasilah Munasti. 2019. Pelaksanaan Layanan Konseling di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Terhadap Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
Pembimbing:
(1) Dra. Nurhasanah, M.Pd (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed.
Kata kunci: Layanan konseling, anak korban kekerasan dalam rumah tangga.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak sering terjadi di Kota Banda Aceh. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak merupakan tindakan yang dilakukan baik suami, istri maupun keluarga lainnya yang berakibat timbulnya penderitaan secara fisik, seksual maupun psikologis bagi anak. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan layanan konseling. Layanan konseling merupakan upaya membantu konseli memecahkan suatu permasalahan dan membantu untuk berani mengambil keputusan yang baik bagi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pelaksanaan layanan konseling yang diberikan kepada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 2) mengetahui hambatan apa saja yang dialami pada saat diberikan layanan konseling kepada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara. Subjek penelitian ini adalah konselor di P2TP2A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) layanan konseling yang dipakai menggunakan pendekatan secara individu, keluarga, islami, advokasi dan rehabilitasi, namun pelaksanaannya kurang terstruktur. 2) hambatan yang dialami yaitu tidak terbangunnya komitmen orang tua untuk mendukung anak sepenuhnya dalam layanan konseling, termasuk kerjasama dalam memantau pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan sebagai PR oleh konselor dalam layanan konseling maupun kerjasama untuk menjalankan keputusan tindakan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI ISTRI KORBAN KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA OLEH PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH (CUT SHARA UTARI, 2019)
PROSES PENDAMPINGAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (MUTIA REZEKI, 2020)
PENDAMPINGAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DI KABUPATEN BIREUEN (MUHAMMAD ADLI, 2019)
UPAYA PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) BANDA ACEH DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN ANAK YANG MENGALAMI KEKERASAN SEKSUAL (Ema Afnita, 2019)
PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (STUDI KASUS DP3A PROVINSI ACEH) (Atikah Uzdah, 2025)