PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK KONTEN ULASAN PRODUK MASKER SPIRULINA TIENS DI MEDIA SOSIAL (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK KONTEN ULASAN PRODUK MASKER SPIRULINA TIENS DI MEDIA SOSIAL (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

CUT NOVADILLA HALID - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010210

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Cut Novadilla Halid,
2019


PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK KONTEN ULASAN PRODUK MASKER SPIRULINA TIENS DI MEDIA SOSIAL (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh).
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(viii, 56) pp., bibl., tabl., app.

Khairani, S.H., M.Hum.
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC) pada Pasal 1 angka (6) dijelaskan pelaku pertunjukan adalah seseorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menampilkan/ mempertunjukan suatu ciptaan. Selebriti Instagram (selebgram) merupakan salah satu subjek dari pelaku pertunjukan yang mempunyai hak eksklusif atas produk hak terkaitnya, contohnya seperti konten ulasan produk Masker Spirulina Tiens yang diunggah pada akun pribadi Instagramnya dari hasil kerja sama endorsement dengan pebisnis online masker tersebut. Pebisnis online lain yang tidak bekerja sama tidak dapat menggunakan secara bebas konten ulasan tersebut. Kenyataannya, masih ada para pebisnis online yang menggunakan secara bebas konten ulasan endorse tanpa seizin selebgram selaku pemiliknya.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan konten ulasan dalam menjalankan bisnis online, bentuk perlindungan hukum terhadap pemilik konten yang mengulas produk Masker Spirulina Tiens di media sosial, dan penyelesaian sengketa bagi pebisnis online yang menggunakan konten ulasan endorse tanpa seizin selebgram di media sosial.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Pengumpulan data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dengan cara membaca buku, peraturan perundang-undangan, karya ilmiah, pendapat para ahli. Penelitian lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden dan informan. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penggunaan konten ulasan endorse tanpa seizin selebgram masih banyak dilakukan oleh pebisnis online yang tidak melakukan kerja sama endorsement, perlindungan hukum terhadap pelaku pertunjukan belum diatur secara komprehensif sehingga kurangnya pengawasan pada selebgram oleh DIRJEN HAKI (Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual), dan penyelesaian sengketa dilakukan dengan pemilik konten ulasan menegur pebisnis online melalui direct message Instagram (DM) atau cara lain ditempuh melalui musyawarah antara selebgram dengan si pelanggar.
Disarankan kepada pebisnis online dalam mempromosikan bisnis online-nya tanpa harus menggunakan konten ulasan milik selebgram lain, kepada DIRJEN HAKI agar lebih menyeluruh dalam menerapkan pengaturan hak terkait pada pelaku pertunjukan pada UUHC, dan kepada pemilik konten ulasan disarankan untuk menggugat ke Pengadilan Niaga apabila sengketa penggunaan konten ulasan secara bebas tidak dapat diselesaikan melalui teguran langsung atau melalui musyawarah antara selebgram dengan si pelanggar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK